Mempertahankan Ekspor di Tengah Wabah

H. Fathurrahman (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Penanggulangan dampak penyebaran virus Corona (Covid-19) terhadap sektor ekonomi di NTB terus diupayakan. Salah satunya dengan mempertahankan aktivitas ekspor yang selama ini berlangsung.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M.Si menerangkan, pengawasan untuk produk kualitas ekspor di NTB terus dilakukan. Terutama untuk beberapa komoditas seperti rumput laut, lobster, dan produk olahan lainnya yang telah memiliki pasar tersendiri.

Iklan

Menurut Fathurrahman, pihaknya telah berkonsultasi dengan Kementerian Perdagangan terkait upaya mempertahankan ekspor di tengah mewabahnya Covid-19.

‘’Kita membuka ini dengan Kementerian, tentu juga akan melakukan hal yang sama. Karena kita melihat juga negara yang tujuannya tidak bermasalah dengan pembatasan dan lain sebagainya,’’ ujar Fathurrahman saat dikonfirmasi, Minggu, 12 April 2020.

Menurutnya, pihaknya telah menerima rekomendasi beberapa negara penerima ekspor NTB. “Sedang dikaji dulu hal-hal yang bisa masuk ke negara itu. Karena kita sudah ada perjanjian untuk pemenuhan kuota untuk ekspor itu,” ujarnya.

Di sisi lain, ekspor komoditas andalan NTB disebutnya masih terus berjalan. Dicontohkannya seperti ekspor biji kopi NTB dengan kuota 180 ton, tapi baru teralisasi 100 ton.

‘’Jadi ekspor kita tetap berjalan, itu yang kita lakukan. Bahwa masalah Covid-19 ini tidak menghentikan seluruh kegiatan yang berlangsung selama ini,” ujarnya. Bahkan, menurutnya, situasi saat ini menjadi pemicu bagi pemerintah untuk meningkatkan lagi sektor usaha, termasuk melalui ekspor.

Menurutnya, upaya tersebut merupakan salah satu cara menanggulangi dampak penyebaran Covid-19. Terutama untuk membantu roda perekonomian di masyarakat tetap berjalan.

Selain itu, Kementerian Perdagangan disebutnya telah memberikan beberapa kebijakan. Salah satunya untuk memudahkan aktivitas ekspor. “Banyak kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan. Termasuk juga dengan persyaratan ekspor yang diringankan,’’ katanya.

Sebagai informasi, berdasarkan data penerimaan boring SKA IPSKA di Disdag NTB periode Januari – Februari 2020, volume komodi yang diekspor NTB mencapai 34.317,64 ton. Rinciannya, komoditas kerajinan buah kering sebanyak 25,64 ton yang dikirim ke Amerika Serikat, 75,16 ton lobster dikirim ke Malaysia, 468,74 ton rumput laut dan 230,13 ton batu apung yang dikirim ke China.

Kemudian ada 907,18 Kg rambutan, 1.814, 37 Kg manggis, 1.814,37 Kg buah naga, dan 1,09 ton markisa yang dikirim ke Prancis. Selain itu, ada juga 7,88 ton kopi robusta dan 11.171,41 ton konsentrat tembaga yang dikirim ke Korea Selatan.

Komoditas lainnya yang diekspor untuk periode Januari – Februari adalah 907,18 Kg mutiara dan 1,22 ton VCO yang dikirim ke Australia. Serta 22.341,32 ton konsentrat tembaga yang dikirim ke Filipina. (bay)