Memperkuat Budaya Lewat Harmoni Pesona Smala

0
Memperkuat budaya di antara siswa Lewat Harmoni Pesona Smala yang digelar belum lama ini. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  SMAN 5 Mataram (Smala) melaksanakan hari budaya yang bertemakan Harmoni Pesona Smala pada Selasa, 30 November 2021. Kegiatan itu merupakan kegiatan Sabtu Budaya. yang dilakukan setiap minggunya dengan praktik-praktik baik tentang, gotong royong,permainan rakyat, olahraga tradisional dan penguatan pengembangan organisasi sekolah.

Kepala SMAN 5 Mataram, Siti Nurhani, S.Pd., mengatakan, kegiatan itu merupakan agenda-agenda yang sudah dinantikan dan benar-benar dipersiapkan pihaknya. “Inilah Harmoni Pesona Smala, agenda ini merupakan kegiatan dari Sabtu Budaya yang dilakukan setiap minggunya dengan praktik-praktik baik,” ujarnya.

IKLAN

Agenda ini menampilkan semua hal tentang budaya Smala, seperti menyapa dengan hati, tadarrus, shalawatan, literasi, kreasi-kreasi siswa, kegiatan ekskul, semuanya terkemas dalam satu agenda yang disebut Harmoni Pesona Budaya.

Nurhani menjelaskan, agenda ini disebut Harmoni Budaya Smala, ini hasil dari kerja sama antara Waka Kurikulum, Kesiswaan, Humas, Prasarana, TU, dan siswa-siswa dengan sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan suatu kesatuan yang luar biasa.

“Atas kerja sama ini kami pada hari ini mampu menampilkan budaya smala, mulai dari menyapa dengan hati yang kita kemas dengan penampilan rudat dan sambutan para hangat guru dan siswa di depan gerbang dan selanjutnya para tamu disambut kembali dengan lantunan sholawat dari tim marawis Risma Smala,” tambah Nurhani.

Tidak hanya menampilkan Rudat, Marawis, agenda ini dilengkapi dengan pameran karya-karya siswa dari hasil pembelajaran Mata pelajaran seni, Prakarya Kewirausahaan, biologi, dan mata pelajaran lainnya, karyanya seperti plakat, gambar tiga dimensi, lukisan. Ada juga sajian minuman khas daerah seperti serbat, dan yang di mana bahan-bahan bakunya diambil dari tanaman obat dan sayuran smala sendiri serta adanya berugak literasi, orang yang duduk atau singgah wajib berliterasi, seperti, membaca, berdiskusi, berbagi, atau mengulangi mata pelajaran.

Nurhani menambahkan, tidak cukup dengan  beberapa penampilan tadi, harmoni budaya smala menampilkan banyak kreasi-kreasi siswa seperti drama permainan tradisional anak-anak pramuka dan paskibraka, senam Gemargatra, demonstrasi PMR memberikan penolongan pertama, penampilan gendang belek dan peresean, tari tradisonal, tari modern, pembacaan puisi dan ditutup dengan penyampaian Budaya Smala oleh Waka Humas, Muhammad Sofyan, S.Pd. (ron)