Memimpin di Tengah Bencana, Telah Menguji Kualitas Kepemimpinan Zul-Rohmi

Sembirang Ahmadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Banyak pihak yang menganggap pemerintahan Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) sebagai pemimpin yang kurang beruntung. Karena dalam tiga tahun masa jabatannya dipenuhi untuk menghadapi bencana.

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPW PKS NTB, Sembirang Ahmadi justru membalikkan keadaan bencana tersebut sebagai sebuah keberuntungan bagi pemerintah Zul-Rohmi.

Iklan

“Kalau dikatakan Zul-Rohmi itu kurang beruntung karena memimpin di tengah bencana. Menurut saya justru sebaliknya, Zul-Rohmi sangat beruntung. Karena dalam situasi seperti ini Zul-Rohmi bisa membuktikan kualitas memimpinnya,” tegas Sembirang.

Diketahui sejak dilantik pada 19 September 2018 lalu, Zul-Rohmi sudah dihadapkan oleh bencana Gempa bumi. Belum tuntas sepenuhnya penanganan dampak gempa, Zul-Rohmi kembali dihadapkan oleh Pandemi Covid-19 hingga sekarang.

Penanganan kedua bencana yang beruntun tersebut telah menyedot banyak anggaran. Sehingga memberikan tekanan fiskal APBD NTB. Maka secara normatif, hal tersebut tentu membuat Zul-Rohmi tidak bisa leluasa untuk membiayai program-program pembangunannya.

“Situasi (bencana) ini kan tidak terprediksi dengan baik, jadi menurut saya disinilah ujian keahlian atau keterampilan leadership orang itu bagaimana bisa beradaptasi dalam situasi krisis kayak begini,” katanya.

“Kalau dia punya cara tentu hebat, dan bang Zul luar biasa bisa melakukan respon cepat, mengkonsolidasikan seluruh sumberdaya yang ada. Karena kalau tidak ada leader yang mengkonsolidasikan itu ndak bisa juga jalan,” sambung Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTB itu.

Meski dihadapkan dalam situasi yang serba sulit itu tidak lantas menghentikan langkah Zul-Rohmi untuk menahkodai Provinsi NTB bisa ke luar melewati berbagai rintangan yang dihadapi. Dalam serba keterbatasan, tidak menghambat Zul-Rohmi untuk melahirkan terobosan-terobosan yang cemerlang.

“Kalau melahirkan prestasi dalam kondisi normal, itu biasa-biasa saja. Justru yang luar biasa itu bisa berprestasi dalam situasi yang tidak normal. Makanya disitulah orang diuji kualitas kepemimpinannya ketika dihadapkan pada badai,” pungkasnya. (ndi)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional