Membeludak, Pemohon SKCK di Polres Loteng

Pemohon SKCK di Polres Loteng membeludak. Polres Loteng mulai Selasa kemarin memberlakukan pembatasan pelayanan untuk mengantisipasi kerumunan. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Menyusul dibukannya pendaftaran calon bintara kepolisian, pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Lombok Tengah (Loteng) dalam beberapa hari terakhir membeludak. Hal ini memancing kerumunan di loket layanan SKCK Satuan Intelkam Polres Loteng. Untuk itu, guna mengurangi potensi kerumunan, mulai Selasa, 23 Maret 2021, Polres Loteng memberlakukan kebijakan pembatasan pelayanan SKCK bagi masyarakat.

“Pelayanan SKCK bukan kita tutup, tapi kita batasi. Jadi tidak dibuka secara penuh,” sebut Kasat Intelkam Polres Loteng, Iptu Abdul Haris, Selasa kemarin. Dalam sehari, pihaknya hanya melayani permohonan pelayanan SKCK bagi 100 pemohon dan tidak boleh lebih.

Iklan

Selain agar pelayanan bisa maksimal, sekaligus untuk mengantisipasi terjadi keramaian. Karena kalau kuota pelayanan permohonan SKCK sudah habis misalnya, maka yang tidak bisa terlayani akan pulang, sehingga tidak ada yang menunggu untuk dilayani.

“Mengingat saat ini masih pandemi Covid-19, mau tidak mau kita harus lakukan pembatasan supaya tidak terjadi kerumunan,” terangnya.

Harapanya dengan pembatasan tersebut bisa meminimalisir risiko penyebaran virus Covid-19 selama pelayanan pembuatan SKCK di antara pemohon SKCK.

Untuk jam pelayanan sendiri tidak banyak berubah. Pemohon bisa mengajukan permohonan mulai pukul 08.00 Wita dan baru akan ditutup pukul 13.00 wita. Tapi kalau sudah memenuhi kuota 100 orang, maka untuk permohonan bisa ditutup lebih awal. “Masyarakat yang mengajukan permohonan pembuatkan SKCK juga kita siapkan ruang tunggu khusus. Dengan standar protokol Covid-19 tentunya,” tandasnya. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional