Membatik Bisa Jadi Magnet Wisata

Istiqlal menunjukkan hasil membatik di bengkel SMK 5 Mataram. Membatik bisa menjadi jualan eduwisata yang tengah dikembangkan.

Mataram (Suara NTB) – Salah satu kearifan lokal yang dimiliki NTB adalah kriya. Didalamnya termasuk membatik. Batik yang terkenal adalah Sasamso (Sasak, Samawa, Mbojo) yang digaungkan sejak periode pertama Tuan Guru Bajang (TGB) memimpin provinsi ini. Saat itu, batik Sasambo menggeliat. Rumah-rumah industri batik bertumbuh.

Beragam corak dan motif batik Sasambo dikembangkan para perajin. SMK 5 Mataram, salah satu sekolah menengah atas yang hingga saat ini menjaga kelestarian membatik, terutama batik Sasambo. Sekolah inipun mulai berbenah, mengembangkan eduwisata. Salah satunya edukasi membatik Sasambo. Belum lama ini, ada enam wisatawan dari Belanda, Estonia, dan India. Umumnya, wisatawan ini mahasiswa. Kedatangannya difasilitasi Lombok Care Foundation.

Iklan

Mereka belajar membatik, dan sangat terkesan. Hasil membatiknya dibawa ke negara masing-masing. Selain itu, mereka juga belajar membuat keramik. Dengan fasilitas yang ada di bengkel praktik SMK 5 Mataram. “Mereka meminta dibuatkan video penggoda tentang kegiatannya dengan menggunakan Bahasa Inggris. Rencananya untuk promosi,” kata Kepala SMK 5 Mataram, Istiqlal.

Ditemui di bengkel praktik sekolah ini, Kamis, 2 Juli 2020, Istiqlal mengatakan potensi besar eduwisata untuk mendukung sektor pariwisata NTB. Berwisata menurutnya bukan hanya mencari pantai, tempat berbelanja atau kuliner. Berwisata bagi wisatawan mancanegara adalah belajar menikmati kearifan lokal.

NTB memiliki banyak potensi untuk mengembangkan eduwisata. Karena itu, SMK 5 Mataram mulai mengembangkan eduwisata.

Belajar menikmati kriya, dan kearifan lokal lainnya. Meskipun, sejauh ini belum ada rencana detail mengkomersilkannya. “Yang penting mereka datang dulu berwisata. Dan yang melayani mereka adalah para siswa-siswi yang nantinya akan menjadi pelaku,” jelas Istiqlal. Saat ini dia merancang pengembangan eduwisata di SMK 5 Mataram bagi wisatawan mancanegara.

Rencananya akan berkolaborasi dengan SMK-SMK lainnya di Provinsi NTB. Diantaranya untuk kegiatan gendang beleq, pencak silat, dan pertanian. SMK 5 Mataram memiliki lahan seluas 3,5 hektar. Sebagian diantaranya akan dimanfaatkan untuk menanam kangkung sebagai unggulan Kota Mataram. Selanjutnya, akan ada edukasi wisata yang ditawarkan adalah memetik sendiri, dan memasak kangkung.

  Realisasi Investasi NTB Tahun Ini Baru Rp6 Triliun

Demikian halnya dengan kriya lainnya, salah satunya adalah kerajinan membuat kaligrafi dari emas dan mutiara. “Paket-paket wisata ini kita rencananya untuk mendatangkan wisatawan mancanegara sebagai bagian dari promosi NTB dan mengembangkan kompetensi siswa-siswi. Kita akan bekerjasama dengan SMK-SMK lainnya. Sesuai jurusan yang dimiliki,” demikian Istiqlal. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here