Membangun Masyarakat Berkualitas Dimulai Dari Keluarga

Kepala BKKBN perwakilan NTB, Dr.Drs. L. Makripuddin, M.Si.,

Praya (Suara NTB) – Keberadaan keluarga memainkan peran vital dalam upaya mewujudkan masyarakat yang berkualitas. Artinya, untuk bisa mewujudkan masyarakat yang berkualitas harus dimulai dari pembinaan sejak dari keluarga. Kalau keluarga sudah berkualitas, maka dengan sendiri akan mendorong terwujudnya masyarakat yang berkualitas.

Berkualitas bukan hanya dari aspek ekonomi saja. Tetapi juga dari aspek lainnya, termasuk aspek kesehatan. “Keluarga memegang peranan yang sangat penting. Dalama mewujudkan masyarakat yang berkualitas dari semua aspek. Sehingga penting untuk bisa mewujudkan keluarga yang berkualitas,” ungkap Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dra. Hj. Ermalena, MHS., Sabtu (13/10) kemarin.

Iklan

Berbicara pada acara Promosi Pelayanan KB dan KR Berkualitas Dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Bidang Kesehatan bersaam mitra kerja, di lapangan UD Lestari Desa Langko Kecamatan Janapri Lombok Tengah (Loteng), Ermalena mengatakan, untuk membangun keluarga yang berkualitas bukan perkara mudah. Harus ada komitmen kuat. Untuk bagaimana bisa mewujudkan keluarga yang berkualitas.

“Kalau kita tidak punya komitmen untuk membangun keluarga yang berkualitas, bagaimana bisa kita mewujudkan keluarga yang berkualitas,” ujarnya. Dan, membangun komitmen itu bukan setelah menikah. Tetapi jauh sebelum merencanakan pernikahan itu sendiri.

Diawali dengan merencanakan pernikahan diusia yang sudah matang. Kemudian mengatur jarak kehamilan. Dengan tidak hamil terlalu sering dan hamil diusia yang sudah terlalu. Serta mengatur jumlah anak, cukup dua anak saja.

Karena kalau menikah diusia yang matang, anak yang dilahirkan jauh lebih berkualitas. Kemudian kalau kehamilan diatur maka pola asuh anak oleh orang tua bisa maksimal. Dan, dengan hanya memiliki dua anak ekonomi keluarga tidak akan terlalu terbebani. Sehingga ekonomi keluarga bisa untuk menopang aspek kesehatan dan pendidikan anak.

“Kalau anak sudah sehat dan berpendidikan, maka jalan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas semakin mudah,” terangnya.

Dalam mengatur kehamilan serta jumlah anak, tambah Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan NTB, Dr. Drs. L. Makripuddin, M.Si., banyak pola yang dilakukan. Salah melalui program KB. Yakni dengan menggunakan alat kontrasepsi. Baik itu bagi ibu maupun ayah.

Saat ini, pilihan alat kontraspepsi yang tersedia sudah cukup banyak. Mulai dari pil, suntikan, IUD maupun kondom bagi kalangan ayah. Dan, pemerintah sendiri sudah menyiapkan layanan KB secara gratis bagi masyarakat. “Program KB merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendukung terwujudkan keluarga serta masyarakat yang berkualitas,” terangnya.

Masyarakat peserta BPJS, tambah Kepala BPJS cabang Selong, dr. Geri Kusuma, saat ini bisa memanfaatnya fasilitas BPJS tersebut untuk mendapat layanan KB. Karena program BPJS sekarang sudah bisa melayani masyarakat yang ingin mendapat pelayanan KB.

“Untuk bisa memperoleh layanan KB, sekarang banyak pilihan. Termasuk dengan menggunkan fasilitas BPJS. Itu semua untuk memudahkan masyarakat untuk memperoleh layanan KB,” timpalnya.

Pada kegiatan promosi tersebut, sebanyak sekitar 60 orang mendapat pelayanan KB gratis. Baik itu pelayanan peserta KB baru maupun pemasangan alat kontrasepsi baru bagi peserta KB lama. Juga ada penyerahan kartu peserta BPJS bagi warga kepada Kepala BKKBN perwakilan NTB dan Kepala DP3AP2KB Loteng, H. Mulyardi Yunus. (kir)