Membangun Keluarga Yang Sejahtera Dengan PKK

SEPERTI tahun-tahun sebelumnya, PPK bersama OPD terkait bergerak melaksanakan kegiatan yang diberi tajuk “Road Show HKG PKK”. Selama lima hari (19 sd 23 Februari 2017) kegiatan ini dilaksanakan secara bersama-sama antara Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Iklan

Foto bersama usai kegiatan roadshow di kabupaten Dompu

“Road show PKK merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk mengingatkan kita bersama, bahwa masih banyak PR yang harus dikerjakan untuk mencapai RPJMN 2019, ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, DR. Lalu Makripuddin, M.Si dalam sambutannya. Road Show Kesatuan Gerak PKK kali ini menyasar Pulau Sumbawa, dengan tujuan untuk mempercepat tercapainya pembangunan melalui peningkatan peran serta masyarakat.

Foto bersama usai kegiatan roadshow di kabupaten sumbawa Barat

Hj. Samsiah M. Amin selaku Wakil Ketua I TP. PKK Provinsi NTB dalam sambutannya menyampaikan, bahwa dalam upaya meningkatkan ketahanan keluarga telah banyak program-program yang dilaksankan oleh PKK Provinsi bersama PKK Kabupaten/Kota yang tentunya didukung penuh oleh pemerintah daerah.  Kali ini PKK Provinsi bergerak bersama Perwakilan BKKBN Prov. NTB, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Kanwil Departemen Agama Provinsi dan beberapa OPD terkait, memberikan pelayanan KB dan Kesehatan, Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan, pembinaan dan dukungan bagi berbagai kegiatan yang berada di masyarakat.

majelis taklim di Kota Bima membahas tentang pendewasaan usia perkawinan

Hadirnya beberapa Bupati pada road show menunjukan perhatian pemerintah mendukung program PKK. PKK Kabupaten/Kota menyambut baik pelaksanaan road show Tk. Provinsi kali ini, disampaikan bahwa kegiatan ini mampu membangkitkan kembali semangat masyarakat diantaranya untuk menggerakan kembali program KB. Tercatat 2.041 akseptor KB dapat dilayani secara serentak di setiap kecamatan pada saat road show. Dan yang menggembirkan 1.560 akseptor (76.43%) memilih menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yaitu IUD dan Implan sebagai pilihan tepat yang aman.

Sambutan Bupati Bima pada saat road show

Saat ini Provinisi NTB masih menghadapi permasalahan terkait kualitas Sumber Daya Manusia, ujar Lalu Makripuddin. Sebagus apapun program pemerintah, seperti pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun jika pertumbuhan penduduknya tidak terkendali, maka apapun yang dilakukan tidak akan dirasakan peningkatannya, tambahnya. Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) selain untuk meingkatkan kesehatan ibu dan anak juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Penduduk tumbuh seimbang diharapkan dapat tercapai pada tahun 2025 dengan dukungan pemerintah daerah bersama tokoh agama tokoh masyarakat.

Sambutan Kepala Perwakilan BKKBN Prov. NTB, DR. Lalu Makripuddin, M.Si

Program ini dapat tercapai ketika pernikahan yang akan dilakukan betul betul telah direncanakan. Menikah pada usia yang tepat, ketika telah berusia 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun laki-laki. Sehingga benar-benar telah siap secara fisik, mental, ekonomi, dsb. Kemudian, setelah menikah, pasangan harus memahami bahwa perlu mengatur jarak kelahiran antara anak pertama dan anak kedua, yaitu antara 3 sd 5 tahun, sehingga anak yang dilahirkan mendapatkan ASI ekslusif selama 2 tahun, mendapat perhatian yang khusus dan stimulasi dimassa pertumbuhan otaknya.

Kepala Perwakilan BKKBN Bersama PKK mengunjungi Pelayanan KB di Puskesmas Wawo Kab Bima

Perlu dingat juga untuk menurunkan angka kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi akibat melahirkan, agar keluarga memahami untuk menghindari 4 Terlalu, yaitu terlalu muda melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu banyak melahirkan dan terlalu sering melahirkan. (MO/ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here