Membangun Daerah Perlu Campur Tangan Pihak Ketiga

Bima (Suara NTB) – Dalam membangun atau memajukan sebuah daerah memerlukan campur tangan pihak ketiga atau para investor. Untuk mengelola dan menggali potensi yang ada di daerah tersebut salahsatunya pada sektor Pariwisata.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin SH, pada saat memberikan kata Sambutan pada peringatan Harganas ke XXIII tingkat Propinsi NTB, di Kota Bima, belum lama ini.

Iklan

Menurut dia, kehadiran investor itu dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan membuka peluang usaha baru. Sehingga imbasnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Terutama bagi masyarakat disekitar daerah tersebut.

“Kehadiran investor atau pihak ketiga sangat penting untuk membangun daerah. Ada banyak yang dikelola, mulai dari sektor pertambangan hingga sektor kerajinan tangan” katanya.

Diakuinya, sejauh ini kekayaan alam di Provinsi NTB yang dapat menarik para investor lokal, nasional hingga asing adalah sektor pariwisata. Sehingga tidak heran usaha lain, seperti perhotelan dan travel atau agen meningkat tajam.

Menurutnya akibat sektor pariwisata tersebut. Menunjang pertumbuhan perekekonomian NTB hingga mencapai 9,9 persen diatas rata-rata tingkat nasional. Bahkan presiden RI memberikan jempol dan apresiasi atas pencapaian itu.

“Makanya kita harus mampu menarik agar investor masuk ke daerah. Untuk mengelola sektor-sektor dan potensi wisata yang ada,” akunya.

Hanya saja, sebelum menarik pihak ketiga atau investor itu masuk ke daerah. Pemerintah daerah harus menyakinkan iklim keamanan dan memberikan rasa kenyamanan kepada pihak yang ingin menanamkan modal.
“Selain itu pemerintah perlu memperkenalkan atau intens mempromosikan wisata yang layak di kelola,” ujarnya.

Terpisah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bima, Drs Syafruddin, sepakat dengan pernyataan Wagub tersebut. Bahwa untuk membangun daerah Kabupaten/Kota sangat diperlukan investor.
“Tujuan investor ini untuk mengelola dan menggali potensi akan membnerikan manffat bagi daerah juga masyarakat,” katanya.

Menurut dia, pemerintah Kabupaten Bima dibawah kendali Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Wabub Drs Dahlan M. Noer, tengah fokus mengenjot dan mempromosikan destinasi wisata didaerah setempat kepada investor seperti Pulau Kelapa, Pantai Rontu dan Pulau Ular.

“Bayangkan banyak potensi wisata didaerah kita ini yang belum dikelola. Akan tetapi mulai tahun ini kami terus promosikan. Mudah-mudahan didukung oleh masyarakat,” ujarnya.

Sebagai penunjang awal agar menciptakan suasana nyaman. Pemerintah setempat akan memperbaiki infrastrukstur jalan terutama jalan yang menuju lokasi wisata yang mulai dilirik oleh para investor.
“memang kendalanya adalah infrastruktur yang memadai. Namun tahun ini akan mulai dibenah karena kalau tidak salalah kita mendapat anggaran tambahan dari pemerintah pusat untuk memperbaiki jalan, khususnya jalan yang menuju daerah pariwisata,” ujarnya.

Dia berharap dengan terciptanya jalan yang memadai itu. Kesadaran masyarakat untuk menerima kehadiran investor akan mulai terbangun. Karena hal itu bertujuan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat sekitar.
“Kalau ada investor yang mengelola tentu lahan pekerjaan baru atau membuka usaha dan jasa,” pungkasnya. (uki)