Membaik, Kesadaran Hukum Warga Kota Bima

Kota Bima (Suara NTB) – Kepala Kesbangpoldagri Kota Bima, Drs. Ahmad Fathoni, SH, mengatakan penyelesaian konflik, bentrok ataupun hal-hal yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sudah ada kesadaran hukum dari masyarakat untuk menyelesaikannya sendiri dengan cara melaporkan kepada aparat penegak hukum (APH).

“Jika ada masalah yang melanggar hukum, masyarakat sudah langsung melaporkan ke APH. Saya kira sudah ada kesadaran masyarakat untuk sadar hukum,” ucapnya kepada Suara NTB, Sabtu (16/7/2016).

Iklan

Fathoni mengatakan, dalam menyelesaikan bentrok atau konflik yang terjadi selama ini, pihaknya hanya bertugas memperkuat kelembagaan di tingkat Kelurahan. Dengan nama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda.

“Forum ini diharapkan membentuk masyarakat dalam ketahanan diri sendiri. Agar tidak terpancing hal-hal yang negatif, yang mengganggu Kamtibmas,” katanya.

Tawuran dan bentrok antarkampung di Kota Bima terakhir terjadi pada bulan puasa kemarin. Dua kelompok warga Kelurahan Paruga dan Dara Kota Bima saling serang. Kini kasus itu telah selesai dan berujung damai. Sementara provokator diamankan Polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Untuk penyelesaian konflik sosial di Kota setempat, telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas), yang terdiri dari unsur Kesbangpoldagri, BPBD, Dinsos dan Polisi yang bertugas untuk merevitalisasi konflik.

“Satgas ini juga melakukan sosialisasi atau kegiatan untuk mencegah terjadinya konflik,” akunya.

Fathoni tidak membantah kalau bentrok sosial kerap terjadi di Kota Bima, meski beberapa tahun terakhir hal negatif itu menurun. Kalaupun ada perkelahian, baginya adalah hanya riak-riak.

“Lagipula masyarakat kita sudah sadar hukum. Saya yakin dan optimis, kedepan bentrok atau konflik di Kota Bima tidak akan terjadi lagi,” pungkasnya. (uki)

 

  Miliki Sabu dan Tramadol, Lima Warga Diamankan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here