Melon dan Semangka Jadi Buah Lokal Paling Memungkinkan Dipersiapkan Saat WSBK

Melon golden di Lingkar Selatan, Kota Mataram.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Melon dan semangka menjadi buah semusim yang paling memungkinkan dipersiapkan sebagai buah lokal untuk memenuhi kebutuhan buah saat penyelenggaraan WSBK (wolrd superbike) di Sirkuit Mandalika, minggu kedua November 2021 ini.

Suara NTB berdiskusi dengan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Muhammad Riadi, Selasa, 21 September 2021 tentang kesiapan komoditas sayur dan buah lokal yang memungkinkan untuk disiapkan saat perhelatan balap motor kelas dunia yang sebentar lagi akan diselenggarakan di Lombok. Dua jenis buah lokal ini yang punya waktu dipersiapkan untuk produksi. Meskipun tantangan produksinya, pada November bersamaan dengan musim hujan. Sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas buah dan rasanya.

Iklan

Menurut kepala dinas, perlu dilakukan teknologi yang spesifik untuk dipersiapkan oleh petani. Misalnya penanaman melon dan semangka dengan mulsa plastic. Kemudian bedengannya ditinggikan (drainase diperdalam) sehingga tidak terendam dan buahnya dapat diproduksi normal. “Itu yang mungkin perlu kita lakukan dengan petani melon dan petani semangka,” kata kepala dinas.

Yang sudah melakukan produksi melon adalah petani Poto Tano Sumbawa Barat. Tinggal dihitung lagi agar saat WSBK sudah bersamaan dengan panen. kemudian ada juga di Kebon Ayu Lombok Barat petani memproduksi golden melon. Ada juga di Labuapi Lombok Barat dan Lingkar Selatan Kota Mataram. Dan yang paling penting didorong adalah penggunaan lahan sampurna agro di Sembalun, Lombok Timur.

Menurut Riadi, perusahaan ini dulunya memproduksi melon. Saat ini lahannya belum dimanfaatkan secara optimal sehingga pihanya berencana mendorong untuk memproduksi tanaman semusim ini. “Kita akan diskusikan lagi sama mereka. Dan perusahaan-perusahaan ini saya yakin sudah membaca pasar dengan sendirinya. Tau ada event ini pasti dipersiapkan. Yang perlu kita persiapkan adalah petani kita,” imbuhnya.

Sementara untuk tanaman buah tahunan, tentunya akan tergantung musim ia berproduksi. Bersamaan dengan bulan November, kemungkinan buah lokal yang sudah siap adalah durian. Namun untuk buah yang satu ini, tidak semua orang apalagi wisatawan asing yang menyukainya. Demikian juga manggis, akan berbuah saat itu namun tidak dapat direkayasa produksinya sesuai keinginan petani. Walaupun ada teknologi pembuahan diluar musim.

Terhadap kebutuhan sayur dan buah untuk kebutuhan saat WSBK nanti, Muhammad Riadi menambahkan, sudah berkoordinasi dengan para petani. Termasuk kepala dinas juga menerima kunjungan kelompok tani di Sembalun kemarin. Petani-petani Sembalun diminta mempersiapkan kebutuhan buah dan sayur nanti. Terutama tanaman bawang (putih dan merah).

WSBK adalah momentum untuk produk pertanian dan hortikultura lokal menjadi raja di rumah sendiri. Selain itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan juga mendorong petani sayur-sayuran eksotis berproduksi. Misalnya seledri, brokoli, dan sejenisnya. Namun tidak banyak petani yang menekuni tanaman-tanaman untuk masyarakat kelas menengah ke atas ini. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional