Melihat Peninggalan Tentara Jepang di Tanjung Ringgit

Selong (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Timur memiliki banyak potensi destinasi wisata yang dapat dikunjungi, salah satunya Tanjung Ringgit. Destinasi wisata yang ada di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru.

Belakangan semakin banyak wisatawan yang berkunjung karena tertarik keindahan di Tanjung Ringgit. Terdapat bukit di Tanjung Ringgit yang memungkinkan wisatawan dapat menikmati keindahan laut lepas dari ketinggian. Disini juga terdapat peninggalan tentara Jepang berupa gua dan meriam.

Iklan

Dari ketinggian bukit Tanjung Ringgit, para pengunjung dapat menikmati pesona laut lepas yang menghadap ke lautan Australia. Pasir putih yang nampak kemilau turut pula menghiasi keindahan gelombang air laut di tanjung ini.

Tebing-tebing yang menjadi pemisah bukit tanjung ini dengan air laut menampakkan suatu pesona yang terlihat indah. Saat duduk di atas tebing seberang dan memandang ke tebing seberang, terasa sebuah lukisan yang simetris yang berdiri tegak di atas air laut. Inilah pesona Tanjung Ringgit yang disukai oleh pengunjung.

“Tempatnya keren, wisatawan yang ke Lombok harus datang. Ini benar-benar keren,” aku wisatawan asal Surabaya Beny Prayogi, di Selong, Kamis, 16 November 2017.

Sebuah keunikan yang tersimpan di kawasan Tanjung Ringgit ini adalah sebuah sumur yang persisnya berada di tepi pantai dari Tanjung ini. Sumur itu memiliki air yang jernih dan memiliki rasa tawar.

Konon kabarnya, pada zaman dulu sumur tersebut menjadi salah satu tempat para kaum ulama untuk mengambil air wudhu di tempat ini. Namun anehnya, walaupun air gelombang naik menutupi sumur tersebut, airnya pun tetap terasa tawar dan jernih.

Selain itu ada pula dua alat yang diyakini merupakan benda peninggalan pada zaman penjajahan Jepang. Ada gua dan meriam, di mana gua itu dijadikan tempat bersembunyi dan meriam itu digunakan untuk menyerang musuh tentara Jepang. “Kalau cerita dari warga sekitar sih begitu,” ujarnya.

Wisatawan dapat menyaksikan keindahan panorama dari Tanjung Ringgit. Dari sini wisatawan juga dapat berkunjung ke berbagai destinasi lain, misalnya Gili Sunut. Karena lokasinya yang berdekatan. Hanya menggunakan perahu yang disewakan oleh penduduk setempat.

“Penduduk di sana ramah-ramah juga, jadi dijamin akan senang kalau berkunjung,” ujarnya. (lin)