Mekkah Madinah Dibuka Terbatas, Travel Umrah di NTB Bersiap

Pelayanan umrah di Kantor Pusat Arofahmina Lombok di Pajang Mataram. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan secara resmi kembali membuka Kota Makkah dan Madinah untuk penyelenggaraan ibadah umrah. Meski pembukaan dilakukan secara bertahap dengan jumlah jemaah yang terbatas, hal ini menjadi kabar baik bagi penyelenggara perjalanan ibadah suci umat Islam ini.

Demikian disampaikan, Nanang Supriadi, Pengurus Persatuan Travel Umrah dan Haji  (PATUH) Provinsi NTB. Owner Arofahmina Lombok ini bahkan menyebut tengah bersiap-siap. Seperti disebutkannya,  umrah sedang dibuka bertahap mulai 4 Oktober 2020 dan per 1 November pemerintah Saudi Arabia sudah mulai menerima jamaah umrah dari luar negeri.

Iklan

Tahap I, 17 Safar atau 4 Oktober untuk yang ada di Saudi Arabia boleh umroh untuk 30% dari kapasitas Masjidil Haram ( 6 ribu jamaah umroh/hari). Tahap II, 1 Robiul Awwal atau 18 Oktober, untuk yang di Saudi Arabia diperbolehkan umroh, ziarah dan sholat di Masjidil Haram, 75% dari kapasitas Masjidil Haram (15 ribu jamaah umroh/hari, 40 ribu jamaah salat/hari).

Tahap III, 15 Robiul Awwal atau 1 November 2020, boleh umroh ziarah dan sholat untuk yang di Saudi dan dari luar Saudi sampai info resmi terkait berakhirnya keganasan corona, dengan kapasitas 100% dari masidil haram ( 20 ribu jamaah umroh/hari, 60 ribu jamaah salat/hari)

Tahap IV, dibuka total untuk Masjid Nabawi dan Masjidil Haram jika ada keputusan tentang lenyapnya virus Corona. Tahapan yang diumumkan diatas akan di evaluasi secara berkelanjutan mengikuti perkembangan pandemi.

‘’Yang dipastikan kembali adalah apakah kerajaan Arab Saudi mencabut travel warning ke kita (Indonesia). Kalau sudah dicabut, sudah bisa pemberangkatan,’’ jelas Nanang, ditemui di Kantor Pusat Arofahmina Cabang Lombok, Kamis (24/9) kemarin.

Nanang menambahkan, sebagai kesiapan, Arofahmina sendiri tengah mempersiapkan jamaah yang tertunda pemberangkatannya yang jumlahnya mendekati 100 orang jamaah dari NTB. Secara nasional, ada 35.000 jemaah dari Arofahmina yang tertunda pemberangkatannya.

‘’Kita persiapkan perlengkapan, manasik dan tentu penerapan protokol Covid-19 yang utama harus benar-benar ketat. Setelah itu visa, vaksinasi. Dan kita akan siapkan satu orang dokter pendamping saat pemberangkatan jamaah. Agar kesehatan jamaah bisa dijaga aman sehingga nyaman beribadah,’’ ujarnya.

Nanang menambahkan, antrean umrah saat ini mirip seperti antrean haji karena banyaknya jamaah di dunia yang tertunda melaksanakan umrah karena Corona. Di NTB ada sekitar 3.000 sampai 45.000 jemaah umrah yang diberangkatkan setiap bulan sebelum Corona. Sampai saat ini, harga perjalanan umrah dari Arofahmina tak berubah. Dari kisaran Rp27 juta dan Rp30an juta. Tergantung paket yang dipilih.(bul)