Mekah Madinah Dibuka, Travel Umrah Sementara Memilih Tak Berspekulasi

H. Ahmad Muharis (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Travel Umrah yang ada di NTB masih menunggu dan melihat perkembangan selanjutnya (wait and see), setelah pemerintah Arab Saudi membuka kembali Makkah dan Madinah kepada jemaah luar negeri untuk berumrah. Dewan Penasehat Pengurus Persatuan Trevel Umrah dan Haji (Patuh) Provinsi NTB, sekaligus pemilik Muhsinin Travel, H. Ahmad Muharis kepada Suara NTB Senin, 2 November 2020 mengatakan, terbukanya Makkah dan Madinah bagi calon jemaah umrah dari luar Arab Saudi menjadi spirit bagi perusahaan travel umrah.

Kendati demikian, travel umrah juga masih melihat seperti apa ketentuan selanjutnya yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi. Pemberangkatan pertama jemaah umrah dari Indonesia setelah lama dihentikan sementara karena pandemi corona. Para pengurus travel umrah ingin mempelajari bagaimana proses dan mekanisme yang dijalankan di Arab Saudi.

Iklan

“Karena jangan sampai kita terjebak dengan aturan-aturan yang muncul kemudian,” katanya. Ada beberapa ketentuan yang diberlakukan untuk penyelenggaraan umrah perdana di masa pandemi ini. Diantaranya, pembatasan usia bagi calon jemaah umrah. Yang diterima dalah calon jemaah usia berusia 18 tahun sampai 50 tahun.

Selain itu, ketentuan harus melakukan swab kepada calon jemaah, sebelum diberangkatkan. Aturan ini menurutnya masih kaku. Calon jemaah harus diinapkan di hotel bintang 4 ke atas. Kamar yang biasanya bisa digunakan untuk empat orang juga dikurangi menjadi dua orang. Yang lainnya, pesawat pengangkut jemaah adalah Saudi Arabia Ailines, tidak diperkenankan maskapai selain itu.

“Dengan swab, kemudian menggunakan hotel bintang 4 dan 5 yang sudah mendapat pengakuan di asosiasi pariwisata di Arab Saudi. Tentu konsekuensinya adalah penambahan biaya. Yang ini harus dipahami oleh masyarakat,” ujarnya. Lalu yang juga wajib harus dilakukan adalah karantina calon jemaah selama tiga hari sesampai di Arab Saudi. Diharuskan karantina di hotel-hotel yang sudah memiliki legalitas khusus memberikan pelayanan selama pandemi ini.

“Tidak boleh keluar masuk selama tiga hari. Makanannya pasti dijamin. Komponen-komponen ini yang bisa memicu penambahan biaya umrah kisaran 15 persen sampai 20 persen,” imbuhnya. Karena itu, H. Haris mengatakan, masih menunggu perkembangan selanjutnya. Meskipun kepada calon jemaah yang berniat berumrah, tetap akan dilayani. Terpisah, Pengurus Patuh NTB lainnya, Nanang Supriadi dari travel Arofahmina mengatakan, perusahaan travel haji dan umrah tentu menyambut sukacita dibukanya Arab Saudi untuk luar negeri.

Apalagi negara pertama yang mengirimkan jemaahnya adalah Indonesia dan Pakistan. Gelombang pertama calon jemaah umrah yang tiba di Arab Saudi di tengah pandemi berjumlah 350 jemaah. Masa ujicoba umrah di tengah wabah virus corona ini diyakini secara perlahan akan terbuka secara luas bagi jemaah-jemaah umrah berikutnya. “Ini pertanda baik bagi bisnis travel yang sudah berbulan-bulan vakum karena corona,” ujarnya.

Karena itu, Nanang mengingatkan, agar masyarakat yang sudah memiliki niatan untuk berumrah dapat secepatnya mendaftar agar tak menerima antrean panjang karena banyaknya jamaah didunia yang tertunda pemberangkatannya sejak corona. ”Desember, Januari atau Februari pemberangkatan, sepertinya akan normal kembali,” demikian Nanang. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional