Mediasi Pemda dengan Pemilik Lahan Sengketa KEK Mandalika Belum Membuahkan Hasil

Mataram (suarantb.com) – Mediasi yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi NTB yang sekaligus mewakili pemerintah pusat bersama perwakilan dari pemilik lahan sengketa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika  di Ruang Rapat Umum Kantor Gubernur NTB, Kamis, 17 Nopember 2016 belum membuahkan hasil.

Pembebasan lahan KEK Mandalika seluas 109 hektar tersebut akan dilakukan dengan membeli lahan warga seharga Rp 4,5 juta per are. Namun harga yang ditawarkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah tersebut belum disambut baik oleh sebagian besar wakil pemilik lahan yang hadir. Walaupun ada juga yang bersedia menerima ganti rugi sejumlah itu.

Iklan

“Inilah hasil kesepakatan dari Pak Gubernur dengan Pak Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan,” ujar Wakil Gubernur NTB, Muh Amin saat ditemui usai mediasi.

Terkait keberatan dari sejumlah wakil yang hadir dan meminta kenaikan harga, Amin belum bisa merespon. Karena untuk saat ini nominal tersebut yang menjadi pegangan Pemprov NTB. Perubahan dari nominal harga tersebut, diakui Amin masih belum bisa dipastikan.

“Intinya kita minta kawasan itu dibebaskan dengan kompensasi ini. Dan perwakilan ini nanti akan negosiasi dengan pemilik-pemilik lahan. Minggu ini harus sudah ada jawaban dari mereka,” imbuhnya.

Salah seorang perwakilan yang menolak harga yang ditawarkan tersebut, Lalu Muhammad Subki menyebutkan penolakannya didasarkan atas belum adanya negosiasi dengan para pemilik lahan.

“Saya tidak bisa langsung setuju, karena kan belum saya sampaikan pada teman-teman disana. Nanti kalau asal setuju bisa-bisa saya digorok,” tuturnya.

Subki meminta agar penolakannya ini tidak dianggap sebagai dasar penghambat pembangunan daerah. Ia hanya ingin agar masyarakat pemilik lahan tidak merasa terzalimi oleh keputusan pemerintah.

“Kita cuma tidak ingin ada yang merasa terzalimi,” tambahnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here