Mediasi di Bawaslu, Massa Pendukung SUKA Rusuh di Depan Bawaslu

Majelis hakim mediasi dan para pihak sebelum mediasi antara pasangan SUKA dengan pihak KPU di ruang musyawarah Bawaslu Dompu, Rabu, 30 September kemarin. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Bawaslu Kabupaten Dompu menggelar sidang mediasi gugatan pasangan H. Syaifurrahman Salman, SE., – Ika Rizky Feryani alias Chika (SUKA) atas keputusan KPU Dompu menyatakannya tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai peserta Pilkada Dompu. Karena permohonan pasangan SUKA ditolak KPU, mediasi disepakati berlanjut pada proses sidang pemeriksaan perkara. Massa pendukung pasangan SUKA juga menggelar aksi di depan kantor Bawaslu untuk memberikan dukungannya.

Aparat kepolisian saat membubarkan massa aksi dari pendukung pasangan SUKA.

Aksi massa pendukung pasangan SUKA ini awalnya berlangsung tertib dan masing-masing orator bergantian memberikan orasi menyemangati massa aksi. Massa aksi mulai terprovokasi setelah sidang mediasi berakhir dengan hasil, tuntutan pasangan SUKA ditolak KPU Dompu dan H. Syaifurrahman Salman serta Ika Rizky Feryani meninggalkan kantor Bawaslu. Sementara komisioner KPU Dompu yang masih berada di depan kantor Bawaslu langsung melakukan konsolidasi massa dan melarang komisioner KPU Dompu keluar dari kantor Bawaslu.

Iklan

“Silakan keluar, tapi jangan lewat pintu depan hingga rakyat ini merasa puas dengan gerakan-gerakan untuk membantu gerakan demokrasi. Mari kita kumpul, mari kita perkuat, karena KPU kelihatannya tidak kompromi dengan kita. KPU tidak mau kompromi dengan kita, tidak mau kompromi dengan harapan rakyat. Oleh karena itu, mari kita kumpul. Saudara-saudara, kita perkuat. Kita perkuat pertahanan kita. KPU telah menghianati kita,” kata Ilham Yahyu dalam orasinya di depan kantor Bawaslu Dompu, Rabu, 30 September 2020.

Setelah Ilham Yahyu berorasi, massa masih tertib. Ketika orasi digantikan oleh S dan langsung ia perintahkan massa untuk menggedor kantor Bawaslu. Dari podium mobil bak terbuka yang disusun salon pengeras suara, S memerintahkan barisan ibu-ibu berada di barisan depan merangsek gerbang yang dijaga aparat kepolisian. Ia juga meminta bapak-bapak membantu ibu-ibu. Selang beberapa saat, batu dilemparkan ke kantor Bawaslu yang dijaga aparat dari arah massa. Karena atapnya seng, hujan batu tidak sampai meruk kantor Bawaslu.

Lemparan batu ini membuat aparat kepolisian yang jaga bertindak membubarkan massa aksi dan tembakan gas air mata ditembakkan aparat kepolisian. Massa pun langsung mundur ke arah posko utama pasangan SUKA yang tidak jauh dari kantor Bawaslu. Pihak kepolisian belum ada yang memberikan keterangan resmi terkait kasus ini dan berapa orang kelompok massa yang diamankan.

Sementara tim hukum pasangan SUKA, Kisman Pangeran, SH usai sidang mediasi mengungkapkan, bahwa KPU Dompu tetap berpendirian sesuai keputusannya yang menyatakan pasangan SUKA tidak lolos. “Ada satu poin yang paling pokok bahwa, pihak KPU tetap bersikukuh dengan keputusan yang sudah diambil dan akhirnya proses mediasi ini sepakat untuk tidak sepakat menyelesaikan di meja mediasi, tapi diselesaikan di meja ajudikasi. Artinya persidangan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya,” katanya.

Ketua KPU Dompu, Drs. Arifuddin mengatakan, pihaknya tetap bertahan dengan keputusan yang sudah diambil. Apalagi hingga saat ini belum ada perubahan aturan yang menjadi dasar KPU memutuskan. “Iya. Regulasinya belum ada perubahan, ya tetap kewajiban saya (mempertahankan keputusan),” kata Arifuddin. Karenanya, KPU akan tetap menghadapi gugatan yang diajukan pasangan SUKA hingga proses persidangan atau ajudikasi yang dijadwalkan ketua majelis hakim.

Ketua majelis yang juga Ketua Bawaslu Dompu, Drs. Irwan usai sidang mediasi kepada wartawan mengungkapkan, proses mediasi yang dilakukan menyepakati untuk dilanjutkan ke tahap ajudikasi atau persidangan. Jika proses mediasi dilakukan secara tertutup, pada proses sidang ajudikasi akan dilakukan secara terbuka untuk umum. “Kesimpulan hari ini, (dalam) rapat tertutup melanjutkan sidang sengketa ini kepada sidang ajudikasi yang dilaksanakan besok hari Kamis tanggal 1 Oktober jam 14.00 wita,” katanya. (ula)