Mediasi Buntu, Wali Murid SMAN 2 Aikmel Segel Ruang Kepsek

Selong (Suara NTB) – Setelah dijadwalkan untuk melakukan pertemuan antara wali murid dengan kepala sekolah (kepsek) di SMAN 2 Aikmel Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur (Lotim) untuk membahas besaran pungutan yang ditetapkan oleh pihak sekolah kembali tak menuai titik temu. Sebagai bentuk kekecewaan, sekitar 200 wali murid mengambil sikap dengan melakukan penyegelan terhadap ruang Kepala SMAN 2 Aikmel, Kamis, 21 Juli 2016.

Dikonfirmasi Suara NTB, salah satu wali murid, Haris Munandar mengatakan jika persoalan keluhan masyarakat terkait besarnya pungutan yang ditetapkan oleh pihak sekolah sebesar Rp 1.800 untuk uang pembangunan. Di mana, katanya, besaran pungutan itu tanpa disosialisasikan oleh pihak sekolah terhadap wali murid atau komite sekolah. Selain itu, katanya, alasan wali murid melakukan penyegelan terhadap ruang kepsek itu sebagai bentuk kekecewaan atas sikap yang dilakukan oleh kepsek yang meninggalkan para wali murid. Padahal, kepsek sendiri yang mengundang langsung wali murid untuk menyelesaikan persoalan itu.

Iklan

“Kan kepala sekolah yang mengundang wali murid, tapi malah dia yang pergi meninggalkan kita, (wali murid). Bagaimana persoalan ini bisa selesai jika orang yang sudah membuat kebijakan sendiri tidak ada di tempat,” ujarnya kecewa.

Menanggapi persoalan yang terjadi di SMAN 2 Aikmel itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Lalu Suandi mengaku prihatin. Untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi, Mantan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi (Dihubkominfo) Lotim ini akan terjun langsung ke SMAN 2 Aikmel. Dengan begitu, maka akar permasalahan yang sebenarnya terjadi bisa diketahui secara jelas. Kendati demikian, ia menyebut jika proses kegiatan belajar mengajar (PBM) tetap berjalan normal. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here