Mayat Ms X Korban Pembunuhan, Tim Forensik Reka Sketsa Wajah

Ilustrasi jejak kasus pembunuhan (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Misteri Ms X diduga korban pembunuhan turut meliputi polisi. Identitas wanita tersebut belum juga terungkap. Upaya paling terkini yakni mereka-reka wajah korban berdasarkan analisis forensi Pusat Inafis Polri pekan lalu.

“Identifikasinya kita masih banyak kesulitan, baik dari face recognition maupun sidik jarinya,” ungkap Direktur Reskrimum Polda NTB AKBP Hari Brata, Senin, 17 Februari 2020.

Iklan

Penyelidikan dari sisi forensik, kata dia, memang belum membuahkan hasil. Hal itu dipengaruhi kondisi mayat saat ditemukan. Serta dari korban sendiri yang tidak tercatat di sistem administrasi kependudukan. Satu jalan yang ditempuh saat ini yang membuat sketsa wajah korban. Sumber datanya dari analisa ante mortem.

“Sketsa wajah sudah diambil. Nanti akan disebarkan untuk membantu mengungkap,” terang Hari.

Jalan lainnya, imbuh dia, yakni dengan mencocokkan data ante mortem dengan post mortem. Namun, jalan bukannya tanpa rintangan. Sampai kini, pihak yang mengaku keluarga belum ada yang pas. “Untuk post mortem kan belum kita temukan (siapa) keluarganya. Bagi yang merasa kehilangan anggota keluarga sesuai dengan ciri-ciri yang kita ungkap, silakan segera melapor,” jelasnya.

Dari hasil otopsi, dikenali ciri fisik korban. Antara lain memiliki wajah bulat, beralis tebal, dan rambutnya sebahu. Tinggi antara 158-160 cm. Kulitnya sawo matang ciri umum Ras Mongoloid. Tanda tubuh yang bisa dikenali hanya gigi gerahamnya yang sebelah kiri menghitam. Sementara kondisi pada saat ditemukan setelah menjadi mayat, Ms X ini menggunakan mengenakan celana tanggung 3/4 berwarna merah muda dengan lingkar bergelombang warna putih. Serta celana pendek bergambar Hello Kitty.

Diberitakan sebelumnya, mayat Ms X ditemukan pemancing di jurang tepi Jalan Raya Senggigi, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Rabu (5/2) petang sekitar pukul 21.00 Wita. Mayat tersebut terbungkus dalam kantong plastik hitam. Tubuh korban tertekuk dengan ikatan kawat. (why)