Mayat Mahasiswi di Pantai Induk, Tersangka Berdalih Disuruh Orang Lain

Rekonstruksi pembunuhan mahasiswi yang jenazahnya dibuang ke Pantai Induk, Lombok Barat Januari lalu. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Tersangka pembunuhan mahasiswi Poltekkes Mataram Putu Winda (19), Ida Bagus Wira Atmaja (35) memeragakan ulang perbuatannya, Senin, 10 Juni 2019 kemarin. Wira kini berkursi roda karena luka tembak saat ditangkap polisi. Wira menjalankan aksinya dengan sunyi. Penghuni kompleks kos tak mengetahui.

Sebatang rokok menemani Wira Selasa pagi 22 Januari lalu. Dia duduk di teras kos di Lingkungan Seksari, Cakranegara Utara, Cakranegara, Mataram. Wira baru saja mengemasi jenazah seorang wanita. “Saya sempat duduk di teras sekitar satu jam,” ujar Wira memberi penjelasan kepada tim Inafis Polres Lombok Barat pada adegan akhir rekonstruksi.

Iklan

Sebelumnya kejadian, Winda melintas di tepi Jalan Gora I Sindu Cakranegara Utara, Cakranegara, Mataram. Berbarengan, Wira terkena cipratan air dari laju sepeda motor Winda. Wira sakit hati. Wira lantas menyusul korban sampai ke kosnya. Perkelahian mulut mengawal proses rekonstruksi yang dijaga ketat personel Polres Lobar dan Polres Mataram itu. Winda mengalah lalu masuk kamar.

Ternyata, Wira membuntuti. Adegan selanjutnya, Wira mencekik Winda sambil menindih di bagian perut. Nyawa Winda melayang. Korban lalu dimasukkan ke dalam bak penampung air. Tubuh korban lebih dulu diikat pakai tali sepatu.

Usai menghabiskan sebatang rokok, bak penampung air berisi tubuh korban ini dinaikkan ke sepeda motor. Setelah itu, Wira sempat kaget setengah mati. “Ibu kos ada datang menghampiri. Tapi saya berusaha tenang,” sebut Wira. Ibu kos pulang, Wira langsung menggeber motor menuju Pantai Induk, Gerung, Lombok Barat. Tubuh korban yang dibuang ke laut baru ditemukan dua hari kemudian dalam kondisi mengenaskan.

Wira sendiri ditangkap Polres Lombok Barat Senin 18 Februari lalu di rumahnya di Lembar Selatan, Lembar, Lombok Barat. Kasatreskrim Polres Lombok Barat AKP Priyo Suhartono mengatakan tersangka Wira membuat dalih baru untuk terhindar dari sangkaan. “Dia bilang disuruh. Tapi tidak bisa kita pakai keterangan tersangka kalau tidak ada bukti lainnya,” ucap dia. Wira mengaku membunuh karena disuruh atas dasar kesaktian. Orang yang menyuruh –berdasar pengakuan Wira itu masih berstatus saksi dalam kasus tersebut.  (why)