Mayat Dalam Plastik di Senggigi, Diduga Korban Pembunuhan

Seorang petugas kepolisian menulis laporan jalannya otopsi di depan ruang otopsi RS Bhayangkara Mataram, Kamis, 6 Februari 2020. Tim dokter forensik mengotopsi mayat wanita tanpa identitas yang ditemukan di dalam kantong plastik di tepi Jalan Raya Senggigi, Batulayar, Lombok Barat. (Suara NTB/why)

Giri Menang (Suara NTB) – Mayat dalam kantong plastik di tepi Jalan Raya Senggigi, Batulayar, Lombok Barat dipastikan korban pembunuhan. terdapat luka cekik dan memar wajah pada tubuh wanita berumur sekitar 20 tahun tersebut. Korban diduga dibunuh empat hari sebelum ditemukan.

“Korban meninggal tidak wajar. Diduga kuat korban pembunuhan,” beber Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo, Kamis, 6 Februari 2020 di Mapolsek Senggigi, Lombok Barat.

Iklan

Olah TKP dan hasil otopsi menguatkan dugaan itu. Jenazah korban sudah hampir membusuk. Wajah tidak dikenali. Luka menghiasi tubuh korban di bagian leher, pinggang, dan wajah, serta sebagian gigi depan patah.

“Analisa dokter akibat benturan benda tumpul. Bekas ikatan di leher. Dari penilaian dokter, korban meninggal karena kehabisan nafas. Meninggal tiga hari sebelum ditemukan,” urainya.

Saat ditemukan, mayat korban tertekuk di dalam kantong plastik yang dililit lakban hitam. Kawat masih mengikat leher korban. Motif pembunuhan belum diungkap. Tibuh korban juga berlumur semen. “Belum ada kita temukan indikasi adanya kekerasan seksual,” sebut Bagus.

Minim Informasi Ciri Fisik

Kondisi mayat korban hanya bisa dikenali dari fisik luar. Diidentifikasi sebagai wanita berumur 20 tahun, rambut sebahu, dan tinggi antara 150-160 centimeter. Data susunan gigi tidak dikenali. “Kita akan coba untuk mengambil sampel DNA korban,” kata Bagus.

Pencairan identitas korban belum membuahkan hasil. Sejumlah warga yang mengaku kehilangan anggota keluarga sudah ada beberapa yang melapor. Namun, pencocokan masih membutuhkan waktu.

Barang bukti yang ditemukan di TKP yang konturnya jurang dan berbatu, antara lain celana korban, kawat, plastik, karung semen, ikat pinggang, dan lakban. “Kita masih dalami apakah korban dibunuh di tempat lain lalu dibuang,” tandas perwira lulusan Akpol tahun 2000 ini.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, Polres Lombok Barat masih akan memanggil saksi-saksi. Termasuk juga memeriksa rekaman CCTV yang ada di sekitar TKP.

Sebelumnya diberitakan, mayat korban tak dikenal ditemukan warga di Dusun Loco, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Rabu (5/2) petang sekitar pukul 21.00 Wita. Lokasinya tak sampai 1 Km dari kawasan pusat hiburan malam di kawasan pesisir barat Pulau Lombok tersebut. (why)