Mayat dalam Kantong Plastik, Korban Tidak Tercatat Adminduk

Petugas forensik mengolah TKP penemuan mayat wanita tanpa identitas dalam kantong plastik di tebing tepi Jalan Raya Senggigi, Batulayar, Lombok Barat. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Pengungkapan kasus dugaan pembunuhan wanita tanpa identitas dalam kantong plastik yang ditemukan di jurang tepi Jalan Raya Senggigi agak tersendat. Identifikasi identitas mayat wanita berusia 20 tahun itu buntu. Penyelidikan kini dilanjutkan dari eksternal.

“Kita tarik sidik jarinya ke alat  tidak bisa masuk. Ada dugaan rusak sidik jarinya,” jelas Direktur Reskrimum Polda NTB Kombes Pol Kristiaji, Jumat, 7 Februari 2020 kemarin.

Iklan

Sidik jari rusak menyulitkan pencarian identitas korban. Ditambah lagi, sebagian data fisik korban tidak tercatat dalam data induk administrasi kependudukan. “Korban tidak pernah proses e-KTP sehingga database kosong,” terangnya. Kristiaji mengatakan, Bhabinkamtibmas khususnya di wilayah Lombok Barat diterjunkan menyisir informasi kondisi penduduk. “Untuk mencari orang hilang di wilayahnya masing-masing,” ujar dia.

Dokter forensik sudah mengambil data ante-mortem korban. Secara manual, nantinya data itu akan dicocokkan kepada pihak keluarga bilamana melaporkan anggota keluarganya yang hilang. “Jelas itu korban pembunuhan. Mayatnya masih tersimpan di RS Bhayangkara. Nanti kita akan ambil sampel DNA-nya,” ucap Kristiaji.

mayat korban tak dikenal ditemukan warga di Dusun Loco, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Rabu (5/2) petang sekitar pukul 21.00 Wita. Lokasinya tak sampai 1 Km dari kawasan pusat hiburan malam di kawasan pesisir barat Pulau Lombok tersebut. pada tubuh korban, ditemukan terdapat luka cekik dan memar wajah pada tubuh wanita berumur sekitar 20 tahun tersebut. Korban diduga dibunuh empat hari sebelum ditemukan.

Hal itu berdasarkan hasil otopsi dokter forensik RS Bhayangkara Mataram. Jenazah korban ditemukan sudah hampir membusuk. Wajah tidak dikenali. Luka menghiasi tubuh korban di bagian leher, pinggang, dan wajah, serta sebagian gigi depan patah. Analisa dokter akibat benturan benda tumpul. Bekas ikatan di leher. Dari penilaian dokter, korban meninggal karena kehabisan nafas. Meninggal tiga hari sebelum ditemukan.

Saat ditemukan, mayat korban tertekuk di dalam kantong plastik yang dililit lakban hitam. Kawat masih mengikat leher korban. Tubuh korban berlumur semen. Ciri fisik korban antara lain wanita berumur 20 tahun, rambut sebahu, dan tinggi antara 150-160 centimeter. (why)