Mau Nikah, Pelajar dan ASN di Kota Bima Wajib Tanam Pohon

Ilustrasi Tanam Pohon. (Djarum Trees For Life)

Kota Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima tengah menyusun Peraturan Walikota (Perwali) yang mewajibkan pasangan yang mau nikah, pelajar hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menanam pohon.

Perwali yang rencananya akan dikeluarkan dalam waktu dekat ini, bertujuan untuk membudayakan kembali tradisi menanam bagi sejumlah pihak, terutama generasi sekarang dan mendatang.

Iklan

“Dengan kembalinya budaya menanam pohon, maka ada harapan ke depan Kota Bima akan hijau,” kata Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE, Jumat, 19 Juni 2020.

Lutfi mengatakan, tidak ada batasan jenis pohon yang mau ditanam. Namun Ia berharap yang ditanam adalah jenis pohon lokal Bima yang saat ini sudah langka akibat pembabatan hutan. “Kita harapkan pohon-pohon yang ditanam nantinya adalah pohon lokal Bima,” katanya.

Lutfi mengaku, yang wajib untuk menanam pohon dibebankan kepada pasangan yang ingin menikah. Kemudian pelajar atau siswa baru semua jenjang dan yang naik kelas hingga pihak yang mengurus perizinan.

“Termasuk juga ASN, kita wajibkan untuk tanam satu pohon di Kantor dan pekarangan rumah masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan kewajiban menanam pohon untuk melatih generasi penerus bangsa menjaga lingkungan dari usia dini. Sehingga nantinya mereka akan terbiasa menanam pohon dimanapun. “Kita ingin mengajarkan kepada generasi untuk peduli dan merawat lingkungan agar Kota Bima menjadi daerah hijau. Tidak merusak yang justru menimbulkan bencana,” terangnya.

Selain itu, Ia juga menginginkan agar dana Kelurahan tahun 2020, sebagiannya diarahkan untuk penghijauan. Semua Lurah mengarahkan warganya untuk menanan tanaman hidroponik di pekarangan rumahnya masing-masing.

“Tanaman hidroponik ini bisa memanfaatkan pekarangan rumah dengan menggunakan pupuk kompos. Hasilnya juga cukup memuaskan,” pungkasnya. (uki)