Mataram Zona Kuning Penyebaran Covid-19

Nyoman Swandiasa. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kerja keras tim gugus tugas melakukan testing,tracing dan treatment cukup membuahkan hasil. Kini, kota Mataram telah masuk fase atau zona kuning penyebaran Covid-19. Pencegahan dan penanganan tetap dilakukan terutama penerapan protokol kesehatan sebagai langkah antisipasi penularan.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa menjelaskan, parameter penentuan zonasi sebanyak 15 poin. Artinya, parameter itu tidak saja dilihat dari jumlah pasien positif, tetapi masih terdapat 14 poin lainnya. Di antaranya adalah, penurunan jumlah kasus positif, penurunan kasus orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan, penurunan jumlah kasus meninggal dunia, penurunan kasus meninggal dunia dari kasus ODP, penurunan kasus pasien yang dirawat selama dua pekan terakhir, kenaikan jumlah pasien sembuh, penurunan laju insidensi kasus positif, penurunan angka kematian, jumlah pemeriksaan specimen meningkat, positif rate kurang dari 5 persen, jumlah tempat tidur di ruang isolasi mampu menampung lebih dari 20 persen pasien positif Covid-19 dan lainnya. “Jadi apa yang disampaikan oleh dr Jack berdasarkan penilaian kuantitaif dan objektik,” kata Nyoman dikonfirmasi, Selasa, 23 Februari 2021.

Iklan

Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya kolabarasi untuk mencegah penularan pandemi tersebut. Saat ini, kembali digalakkan oleh Polda NTB penerapan kampung sehat jilid II. Konsep ini sedang dimatangkan bersama TNI dan Polri. Adapun program PPKM skala mikro digagas oleh Pemprov NTB bukan hal yang baru. Kota Mataram dijelaskan Nyoman, sudah demi dulu menerapkan konsep pencegahan dan penanganan Covid-19 berbasis komunitas terbawah melalui program penanganan covid-19 berbasis lingkungan.

Oleh karena itu, patut disyukuri jumlah kasus mengalami penurunan meskipun tracing masif dilakukan dua pekan terakhir. “Ini patut disyukuri Mataram kembali ke zona kuning dari sebelumnya orange,” ucapnya.

Intervensi kelurahan zona merah disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika itu, tidak sepekat jika melalui pendekatan lockdown. Dia lebih memilih konsep PPKM skala mikro untuk menjaga psikologi serta kondusivitas masyarakat. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional