Mataram Tunggu Izin Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 5 – 11

0
H. Usman Hadi. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB)  – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram menunggu arahan pemerintah pusat untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak mulai usia 5 tahun. Program tersebut mengikuti pengumuman yang dikeluarkan penyedia vaksin Pfizer dan BioNtech yang mengklaim vaksin buatannya telah bisa memberikan respon kekebalan pada anak usia 5-11 tahun.

“Ini masih penelitian. Nanti kita melihat dulu seperti apa edaran dari Kementerian Kesehatan. Terutama untuk pemeriksaan dari BPOM. Kita berani melakukannya setelah ada izin-izin itu,” ujar Kepala Dikes Kota Mataram, dr. Usman Hadi, Jumat, 24 September 2021.

IKLAN

Diterangkan, berdasarkan penelitian terbaru vaksin Pfizer dan BionTech pada uji klinis fase II/III menunjukkan respon perlindungan terhadap anak usia 5 – 11 tahun. Kedua penyedia vaksin Covid-19 tersebut kemudian mengajukan izin penggunaan vaksin berbasis mRNA pada anak-anak dengan rentang usia tersebut.

Di sisi lain, uji klinis juga dilakukan untuk vaksin jenis Sinovac bagi anak usia 3 tahun ke atas, dan vaksin Johnson & Johnson untuk anak usia 5 tahun ke atas. “Kita bersyukur sudah ada vaksin untuk anak lima tahun ke atas. Semoga bisa segera (ada izin vaksinasi),” jelas Usman.

Dengan vaksinasi Covid-19 bagi kelompok dengan rentang usia lebih luas, maka imunitas masyarakat terhadap potensi penularan virus semakin meningkat. Hal tersebut menjadi upaya bersama untuk menekan laju penularan yang masih terjadi sampai saat ini.

Diterangkan, jika vaksinasi untuk anak 5 tahun mulai dijalankan. Pihaknya akan menerapkan pola serupa seperti vaksinasi bagi anak usia 12 tahun ke atas, yaitu melalui sekolah-sekolah yang ada.

“Tentunya ini menyasar siswa sekolah dasar. Kita sosialisasi lagi ke sekolah-sekolah setelah ada izinnya. Nanti bertahap untuk sosialisasi juga ke orang tua,” ujarnya. Vaksinasi sendiri akan memakai jenis vaksin yang diizinkan pemerintah nantinya. “Semisal Pfizer yang diizinkan, ya kita bisanya pakai itu,” sambungnya.

Kendati demikian pihaknya sampai saat ini belum menentukan potensi sasaran untuk vaksin anak usia 5 tahun ke atas. Untuk itu koordinasi dengan Dinas Pendidikan akan segera dilakukan. Selain itu, izin dari orang tua siswa disebutnya akan mempengaruhi besaran sasaran vaksin nantinya.

“Izin dari orang tua yang menentukan cakupan vaksin Covid-19 di kalangan anak-anak kita,” jelas Usman. (bay)