Mataram Terima Tambahan 1.000 Dosis Vaksin

H. Usman Hadi. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram kembali menerima 100 vial vaksin coronavirus disease (Covid-19) dari Pemprov NTB. Jumlah tersebut setara 1.000 dosis yang akan digunakan untuk 1.000 sasaran.

“Baru hari ini kita terima. 1.000 dosis. Sudah kita simpan di gudang,” ujar Kepala Dikes Kota Mataram, H. Usman Hadi, Rabu, 7 April 2021. Menurutnya, gudang Dikes Kota Mataram memang sempat kosong setelah seluruh stok vaksin didistribusikan ke 11 Puskesmas di Kota Mataram.

Iklan

Diterangkan, penambahan stok vaksin tersebut diperuntukkan bagi pelayanan vaksinasi di seluruh Puskesmas. Termasuk untuk guru baik sekolah negeri maupun madrasah yang telah diajukan stakeholder terkait.

Berdasarkan catatan pihaknya, Dinas Pendidikan Kota Mataram sampai saat ini telah mengajukan nama 4.200 orang guru. Sedangkan Kantor Kementerian Agama mengajukan sekitar 500 oramg guru madrasah. Vaksinasi sendiri dilakukan di kantor kecamatan atau gugus sekolah masing-masing.

Menyinggung progres vaksinasi secara umum, Usman menyebut cakupan vaksinasi lansia di Kota Mataram mengalami peningkatan. Sampai dengan 7 April sebanyak 8.909 orang lansia atau 66,65 persen dari target 13.366 orang telah divaksinasi untuk tahap pertama.

“Yang tahap dua sudah 2.949 orang. Untuk lansia ini pelan-pelan pasti mencapai target. Kalau untuk cakupan pekerja pelayanan publik tahap pertama sudah 33.291 orang, dan tahap kedua 9.936 orang,” jelas Usman.

Terpisah, Plt Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, dr. Tris Cahyoso menyebutkan stok vaksin di RSUD Kota Mataram masih tersisa sekitar 80 vial. Jumlah tersebut dapat digunakan kepada 800 orang.

“Sehari rata-rata kita melayani vaksinasi 250-300 orang. Mungkin Jumat, 9 April 2021 nanti stok vaksin sudah habis,” ujarnya. Untuk mengantisipasi kekosongan stok, pihaknya akan mengajukan penambahan ke Dikes Kota Mataram dan Dikes NTB.

Stok vaksin yang dipegang pihaknya menurut Tris akan digunakan untuk mendukung kegiatan vaksinasi massal yang telah dimulai sejak 26 Maret lalu. Total vaksin yang telah terpakai untuk program tersebut mencapai 250 vial atau 2.500 dosis.

Di sisi lain, pihaknya memastikan stok tersedia untuk penyuntikan dosis kedua bagi masyarakat yang mengikuti vaksinasi massal.”Meskipun vaksin kita saat ini mulai terbatas, tapi kita pastikan jumlah vaksin cukup. Jadi pemerintah sudah menghitung kalau stok yang ada cukup untuk vaksin kedua,” tandasnya. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional