Mataram Siaga Dampak Abu Vulkanik Gunung Barujari

Mataram (suarantb.com) – Kota Mataram dinyatakan tidak terkena dampak erupsi gunung Barujari yang kembali meletus pada Selasa, 27 September 2016. Sebab arah angin menuju ke arah barat daya, sehingga arus abu vulkanik erupsi anak Gunung Rinjani tersebut tidak melalui wilayah Kota Mataram.

Kendati demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram telah siaga mengantisipasi dampak erupsi tersebut. Dikhawatirkan abu vulkanik sampai ke wilayah Kota Mataram seperti erupsi tahun lalu.

Iklan

Sekretaris BPBD Kota Mataram, I Gusti Ngurah Pariawan mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan masker gratis sebanyak 2 ribu untuk dibagikan kepada masyarakat. BPBD Kota Mataram juga selalu berkoordinasi dengan BPBD NTB dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai pergerakan Gunung Barujari agar dampak erupsi dapat diantisipasi sedini mungkin.

“Koordinasi itu terus kita tingkatkan supaya kita secepatnya mendapatkan informasi,” ungkapnya, Rabu, 28 September 2016.

Dampak erupsi yang sangat dikhawatirkan adalah adanya abu vulkanik yang berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi saluran pernafasan. Abu vulkanik dapat menyebabkan penyakit ISPA, terutama bagi bayi yang sangat rentan terkena penyakit pernafasan tersebut. Untuk itu, pihak BPBD selalu siaga menyiapkan masker sebagai pencegahan pertama.

Sementara ini, masker belum dibagikan kepada masyarakat sebab erupsi belum berdampak di Kota Mataram. Dari BPBD NTB sendiri, wilayah yang diminta untuk siaga terhadap erupsi adalah Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Utara.

“Arah anginnya kebetulan tidak mengenai Kota Mataram. Mudah-mudahan sih kita tidak kena seterusnya. Dan kita harapkan tidak meletus lagi,” harapnya. (rdi)