Mataram Siaga Banjir hingga 31 Maret

Mahfuddin Noor. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Hujan yang mengguyur kota Mataram hingga Sabtu malam, 1 Februari 2020 lalu menandakan seluruh warga Mataram harus tetap siaga pada potensi banjir. Karena Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di Mataram masih tinggi hingga 31 Maret 2020.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noor mengatakan, seluruh elemen di Mataram harus tetap siaga banjir dan genangan. Tak hanya itu, angin kencang, dan gelombang tinggi juga harus tetap diwaspadai khususnya bagai warga Mataram yang berada di sepanjang pesisir pantai di Mataram.

Iklan

“BMKG sudah memberikan imbauan untuk tetap waspada, baik adanya genangan air, angin kencang, dan banjir. Sebelumnya kita juga sudah imbau ke semua warga untuk membersihkan saluran, sedimentasi, sungai dan selokan agar tidak membuat tersumbutnya air hujan,” kata Mahfuddin.

Untuk seluruh wilayah NTB, siaga darurat baik berupa angin kencang, hujan lebat dan gelombang sudah ditetapkan BMKG pusat hingga 31 Maret 2020. Pasalnya dua hari terakhir, kota Mataram diguyur hujan lebat dan membuat sejumlah genangan di beberapa titik. Seperti di jalan Lingkar Selatan Tanjung Karang Sekarbela, lingkungan Ampenan, dan di Wilayah Abian Tubuh.

“Musim hujan ini memang tidak banjir. Tapi ada genangan air yang cukup lama waktunya, dua sampai empat jam,” katanya.

Adanya debit air yang tinggi di beberapa aliran sungai di Mataram juga patut diwaspadai. Untuk itu, warga Kota Mataram diminta selalu memerhatikan saluran-saluran dan sedimentasi yang mampet untuk segera diatasi. Baik oleh warga itu sendiri dan pihak terkait.

“Jangan sapai tertimbun oleh sampah, itu kan menyebabkan tersumbat dan terjadi genangan,” tutur Mahfuddin.

“Khusus wilayah pesisir juga, di wilayah Mapak harus tetap waspada. Sempat ada abrasi di sana. Mengingat gelombang tinggi juga selalu terjadi. Tapi alhamdulillah selama ini tidak sampai ke permukiman warga,” katanya.

Mahfuddin mengimbau, manakala ada angin kencang, warga kota Mataram diminta agar tidak berada di bawah pohon rawan tumbang. Seperti di Pasar Buah Cakranegara, Jalan Udayana, dan Jalan Selaparang, dan jalan Majapahit.

“Harus terus waspada, jaga keselamatan dengan tidak berteduh di pohon dan bawah tiang listrik,” ingatnya.

Untuk menyiapkan penanganan kata Mahfuddin, BPBD kota Mataram sudah membentuk tim siaga bencana untuk wilayah kota Mataram. Ada pun anggaran kebencanaan, BPBD Kota Mataram secara keseluruhan sudah menyiapkan hampir Rp5 miliar.

“Untuk penanganan detailnya belum final berapa yang kita siapkan khusus untuk bencana, karena belum dibahas dalam DPA di BPBD. Kan kebencanaan ini kita tidak bisa prediksi dengan pasti, kalau tidak ada kebencanaan mungkin cukup dengan Rp5 miliar tadi. Itu kan termasuk biaya operasional keseluruhan di BPBD. Kalau kurang pun Pemkot Mataram juga sudah menyiapkan dana siap pakai khusus untuk kebencanaan,” tutupnya. (viq)