Mataram Siaga Angin Kencang

Ilustrasi pohon tumbang akibat angin kencang. (Suara NTB/dok).

Mataram (Suara NTB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mengimbau warga tetap siaga angin kencang. Pasalnya, tiga hari belakangan ini, hembusan angin kencang mulai menerpa kota Mataram. Pepohonan yang telah berumur dikhawatirkan rawan tumbang akibat terpaan angin kencang.

Kepala BPBD kota Mataram, Mahfuddin Noor mengatakan, dari prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menurunkan imbauan kepada seluruh warga NTB untuk selalu waspada hujan lebat disertai angin kencang. Kata Mahfuddin, curah hujan di Mataram masih berada pada posisi hujan sedang hingga hujan lebat sampai akhir bulan Februari 2020.

Iklan

“Dari keterangan BMKG Pusat, Mataram memang masuk kawasan curah hujan sedang sampai lebat. Seperti yang terjadi dua hari terakhir ini,” katanya, Jumat, 21 Februari 2020. Untuk itu kata Mahfuddin, BPBD Kota Mataram telah menurunkan imbauan kepada semua warga kota untuk menghindari beberapa lokasi rawan pohon tumbang di Mataram.

Dari prakiraan BMKG tersebut, memang intensitas hujan di Mataram kecendrungan mengalami kenaikan sampai akhir bulan Februari 2020. “Dari imbauan BMKG memang sampai tanggal 21 Februari kemarin, hujan ini kan biasanya diikuti kilat dan petir. Tapi Alhmadulillah sampai saat ini kita di Mataram masih normal saja,” jelasnya.

Kata Mahfuddin, tim kesiapsiagaan dari BPBD kota Mataram selama ini sudah siaga di lokasi. Ada pun, jikalau terjadi pohon tumbang, BPBD kota Mataram akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Baik dari kelurahan, kecamatan, begitu juga dengan OPD terkait.

Terhadap genangan air di Mataram, sampai dengan saat ini hujan lebat belum menganggu kondisi beberapa sungai di Mataram. Tidak menutup kemungkinan potensi banjir di beberapa kelurahan harus tetap diwaspadai. “Untuk wilayah Sekarbela, Karang Baru di Udayana dan jalan Sriwijaya, Kekalik Jaya, dan Amapenan tepat di jalan Yos Sudarso, masih kerap terjadi genangan. Di sana harus diwaspadai,” katanya.

Untuk kondisi gelombang pasang, dari laporan yang diterima, beberapa nelayan di pantai Ampenan tidak melaut akibat curah hujan dan gelombang. “Dari laporannya, gelombang memang tidak terlalu tinggi, hanya mencapai 1,5 meter,” katanya.

Dari pantauan Suara NTB, beberapa pohon di Mataram memang harus dilakukan peremajaan. Seperti di kawasan Jalan Pendidikan kota Mataram dan kawasan ruas Jalan Pejanggik. Sebab, pada Kamis (20/2), satu pohon di kawasan Gomong Lama tumbang dan menerpa salah satu ruko. Tidak ada korban jiwa akibat pohon tumbang tersebut. Akan tetapi harus tetap diwaspadai. (viq)