Mataram Segera Masuk Wilayah Level 2 PPKM

I Nyoman Suwandiasa. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Kota Mataram siap masuk dalam daftar wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level dua. Terutama setelah jumlah kasus aktif Covid-19 berhasil ditekan dengan upaya-upaya penanganan yang dilakukan.

“Dengan parameter yang sudah tercapai kita bisa masuk (wilayah) level dua,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, Senin, 20 September 2021. Menurutnya, dengan status level dua Pemkot Mataram siap memberikan relaksasi bagi 10 sektor sosial-ekonomi masyarakat.

Iklan

“Tata kelola protokol untuk mengatur kegiatan ekonomi, sosial, budaya, termasuk olahraga akan lebih rileks. Semisal sekarang ada pembatasan kapasitas 50 persen, itu boleh 75 persen baik untuk tatap muka di sekolah, aktivitas ekonomi, dan lain-lain,” jelasnya.

Berdasarkan paparan Satgas Covid-19 Kota Mataram dalam rapat evaluasi bersama Satgas Covid-19 Provinsi NTB jumlah kasus positif memang mengalami penurunan signifikan. Sampai 18 September 2021 jumlah kasus aktif di Kota Mataram tercatat 111 kasus yang mengalami penurunan hampir 400 persen dari puncak kasus yang tercatat mencapai 489 konfirmasi positif pada 14 Agustus lalu.

“Tantangannya sekarang untuk memastikan protokol kesehatan tetap berjalan di masyarakat. Ini jangan sampai kendor dan harus tetap ditaati. Jangan sampai pencapaian ini membuat masyarakat abai dan menganggap Covid-19 di Kota Mataram sudah selesai,” ujar Nyoman.

Berdasarkan catatan pihaknya jumlah konfirmasi positif di Kota Mataram telah mencapai 7.000 kasus. Rinciannya, 6.647 orang pasien dinyatakan sembuh, 242 orang meninggal, dan 111 orang masih menjalani perawatan.

Untuk masuk dalam wilayah level dua Satgas Covid-19 Kota Mataram memaksimalkan vaksinasi dan tracing kontak erat pasien positif. Meskipun belum mencapai target standar WHO untuk tracing, Nyoman memastikan upaya yang dilakuan akan terus ditingkatkan.

“Untuk tracing standar WHO memang 1 banding 15 untuk setiap pasien positif, sedangkan kita baru bisa 1 banding 14. Ini akan kita genjot terus, karena sampai 18 September kemarin kita sudah tracing 319 orang. Jadi total tracing kita sekitar 26.362 orang,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya mencatat angka kesembuhan pasien di Kota Mataram mencapai 95 persen dengan kasus aktif sekitar 1,6 persen. Sedangkan angka kematian mencapai 3,5 persen. “BOR (keterisian tempat tidur) kita sudah di angka 20 persen. Standar WHO jauh di 60 persen,” tandas Nyoman.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Usman Hadi menyebut salah satu upaya yang dilakukan Satgas Covid-19 Kota Mataram untuk mengatasi penyebaran virus yang masih terjadi adalah memaksimalkan capaian vaksinasi di Kota Mataram. Di mana progres vaksinasi tersebut telah mencapai 73,84 persen pada 18 September 2021.

Pihaknya mencatat vaksinasi Covid-19 telah mencapai target untuk kelompok tenaga kesehatan (nakes) dan petugas pelayanan publik. Antara lain dosis pertama untuk nakes telah mencapai 115,55 persen atau 8.150 orang dari target 7.053 orang. Sedang untuk dosis kedua telah mencapai 110,66 persen atau 7.805 orang, dan dosis ketiga 78,70 persen atau 5.551 orang.

Kemudian vaksinasi dosis pertama pelayanan publik mencapai 414,52 persen atau 127.798 orang dari target 30.830 orang. Sedangkan dosis kedua mencapai 226,69 persen atau 69.889 orang.

Sementara itu vaksinasi belum mencapai target untuk kelompok lansia, masyarakat umum dan rentan, serta remaja usia 12-17 tahun. Antara lain dosis pertama kelompok lansia baru mencapai 55,52 persen atau 16.348 orang dari target 29.447 orang. Sedangkan masyarakat umum dan rentan seperti ibu hamil dan lain-lain baru mencapai 28,46 persen atau 58.668 orang dari target 206.138 orang, dan vaksinasi remaja baru mencapai 52,41 persen atau 22.073 orang dari target 42.116 orang. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional