Mataram Raih Adipura, Masyarakat Butuh Keseriusan Pemerintah Urus Sampah

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram akhirnya berhasil meraih Piala Adipura setelah tujuh tahun absen. Penghargaan dalam bidang kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan diterima oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh.

Warga Mandalika, Azam ditemui, Kamis, 3 Agustus 2017 siang mengaku tahu Kota Mataram mendapatkan penghargaan Adipura. Tetapi harus serius bila perlu memberikan sanksi bagi warga yang membuang sampah.

Iklan

Ia menunjuk salah satu TPS liar di Pasar Selak Mandalika. DLH tidak mampu mengurai tumpukan sampah dari pasar dan lingkungan sekitar. “Subhanallah bau sampah ini. Saya yang jalan di sini tidak kuat. Belum lalatnya,” tuturnya.

Menurutnya, butuh ketegasan pemerintah mengelola sampah di Kota Mataram. Bukan berarti mendapatkan Piala Adipura lantas sampah dibiarkan begitu saja.

Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengungkapkan, penghargaan Adipura diraih sebagai bentuk simbol kerja keras setelah tujuh tahun absen. Menurutnya, ini kado spesial bagi Kota Mataram di hari ulang tahunnya yang ke 24.

“Saya pribadi mengapresiasi tidak berlebihan pasukan kuning, pasukan biru dan hijau berkat kerja keras dan pengabdian mereka sehingga Adipura kita raih,” ungkapnya.

Dikatakan, penghargaan diperoleh adalah capaian awal sehingga butuh kerja keras. Berbagai variabel harus disempurnakan. Kriteria penilaian Adipura banyak indikator. Artinya kata Mohan, pekerjaan masih panjang dan membutuhkan teknologi serta sistem. Ia memandang persoalan selama ini bukan semata – mata sampah melainkan finansial dan bagaimana membangun perilaku sosial.

Kebijakan diambil Pemkot Mataram baik dari sisi penganggaran setiap tahun khusus pengelolaan sampah. Termasuk terobosan – terobosan dilakukan untuk menyelesaikan persoalan sosial tersebut. “Kita semaksimal mungkin menyiapkan fasilitas,” ujarnya. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional