Mataram Punya Layanan Derek Kendaraan Gratis

Mobil derek yang disiapkan Dishub Kota Mataram. Selain untuk mendorong penegakan tertib parkir oleh masyarakat, mobil derek tersebut juga dicanangkan dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat Kota Mataram untuk jasa derek kendaraan gratis. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) -Pelayanan derek gratis bagi seluruh masyarakat Kota Mataram segera direalisasikan Pemkot. Terlebih Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram saat ini telah dilengkapi dengan mobil derek yang siap dioperasionalkan.

Kepala Dishub Kota Mataram, M. Saleh menerangkan, mobil derek yang menelan anggaran hingga Rp1,7 miliar tersebut sebelumnya dicanangkan untuk membantu proses penertiban kendaraan roda empat yang parkir sembarangan di kawasan tertib lalulintas (KTL). Namun belakangan fungsinya diperluas untuk melayani masyarakat yang kendaraannya bermasalah hingga butuh diderek.

Mobil yang datang ini juga kita siapkan untuk itu. Kalau ada masyarakat kota yang terkendala di jalan bisa diderek gratis. Jadi bukan penindakan saja, ujar Saleh. Kendati demikian, untuk mendapat layanan derek gratis disebutnya masyarakat harus memenuhi beberapa kriteria tertentu.

Syaratnya dia harus disiplin dalam artian surat-surat (kendaraannya) hidup, pajaknya dibayar, pengendaranya punya surat izin mengemudi (SIM), dan kalau dia mobil angkutan umum atau angkutan barang KIR-nya harus hidup, jelas Saleh.
Menurutnya, layanan derek gratis tersebut akan disiapkan untuk pelayanan 24 jam. Dalam prosesnya, seluruh permintaan dari masyarakat akan diakomodir melalui call center yang akan dibuat.

Untuk mencegah terjadinya penyelewengan dalam layanan tersebut, pengawasan diakui menjadi kunci utama. Untuk itu saat ini pihaknya tengah menyiapkan pelatihan bagi operator, sopir, dan supervisor untuk operasional mobil derek tersebut yang akan dimulai 7 Januari mendatang.
Di sisi lain, mobil derek tersebut juga akan menjalankan fungsinya untuk membantu penegakan parkir sembarangan. Pasalnya, berdasarkan catatan pihaknya selama tahun 2019 pelanggaran parkir di KTL seperti di Jalan Pejanggik dan Jalan Majapahit kerap memicu kemacetan arus lalulintas.

Masalah parkir liar sendiri ditekankan Saleh menjadi atensi pihaknya. Untuk itu, selain menyiapkan mobil derek pihaknya juga menargetkan adanya fasilitas pendukung seperti pemasangan CCTV di beberapa persimpangan KTL.

Pada tahap awal, CCTV tersebut ditargetkan terpasang di simpang empat Cakranegara guna mendukung penataan Kawasan Bisnis Cakranegara (KBC) agar lebih tertib. Jika terpantau dari CCTV ada yang parkir sembarangan, tim akan turun langsung memberikan teguran. Apabila tidak diindahkan, mobil derek akan turun mengangkut kendaraan tersebut ke parkir pool yang sudah disiapkan untuk menyelesaikan berbagai administrasi tilangnya, jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong pembuatan Perda dan Perwal untuk mengatur penarikan denda bagi pelanggar. Dalam Perda yang disahkan nanti akan diatur besaran denda mencapai Rp500 ribu untuk kendaraan roda empat yang melanggar. Sementara untuk pelanggar parkir oleh kendaraan roda dua akan diterapkan tilang di tempat. Kami bekerjasama dengan PPNS Dishub dan aparat kepolisian dari Satlantas kota Mataram untuk menilangnya, tandas Saleh. (bay)