Mataram Optimis Masuk Zona PPKM Level Dua

I Nyoman Suwandiasa. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram optimis dapat keluar dari daftar wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level dua. Pasalnya, tingkat kesembuhan pasien makin membaik dan jumlah penularan Covid-19 harian terus mengalami penurunan.

Sampai dengan 22 Agustus 2021 tercatat penambahan pasien sembuh baru mencapai 61 orang, sedangkan penambahan kasus positif baru hanya 47 orang. Penurunan serupa juga tercatat sehari sebelumnya, di mana jumlah pasien sembuh baru mencapai 110 orang, sedangkan pasien positif baru hanya 43 orang.

Iklan

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa menyebut penurunan tersebut berhasil dicapai tanpa menurunkan penelusuran kontak dan tracing harian dari pasien konfirmasi positif yang ada. “Sehingga dengan data ini kita optimis bisa turun level lagi. Walaupun untuk jadi level hijau memang sulit karena masih ada penularan, tapi setidaknya kita bisa jadi zona kuning seluruhnya,” ujarnya, Senin, 23 Agustus 2021.

Di sisi lain, upaya penanganan juga terus dipertahankan. Antara lain dengan memastikan kecukupan tempat tidur di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya yang memfasilitasi penanganan pasien Covid-19.

“BOR (bed occupancy rate) kita di RSUD Kota Mataram sekitar 43,3 persen, sedangkan keseluruhan dengan yang ada di rumah sakit darurat dan tempat isolasi terpadu BOR kita di bawah 30 persen. Ditambah lagi dengan ketersediaan oksigen kita yang mencukupi, dan jumlah konfirmasi harian yang mulai terkendali. Ini semua menjadi indikator penanganan kita,” jelasnya.

Jika penanganan Covid-19 di Kota Mataram tersebut dinyatakan telah berhasil, maka penurunan level PPKM bukan hal mustahil. Dengan begitu pembatasan kegiatan masyarakat yang saat ini masih diberlakukan akan disesuaikan kembali sesuai aturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“PPKM itu sendiri sangat efektif membantu kita menekan jumlah kasus sampai sekarang. Tapi kita akan lakukan penyesuaian lagi jika berhasil turun level. Karena imbas dari penurunan level itu terhadap pergerakan ekonomi dan sosial masyarakat kita yang kita harapkan,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram tersebut.

PPKM level dua sendiri sesuai Instruksi Mendagri Nomor 32 Tahun 2021 dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT. Di mana kriteria level berdasarkan asesmen sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.

“Sekarang kita sudah membentuk Satgas Covid-19 di level kelurahan yang sangat intensif mengawal masyarakat kita, terutama yang menjalani isoman,” ujar Nyoman. Hal tersebut menjadi perhatian pihaknya karena masih adanya warga yang menjalani isoman tanpa pantauan atau asesmen dari tenaga kesehatan. “Sehingga sering terjadi saat sudah kondisi drop baru dibawa ke rumah sakit,” sambungnya.

Dengan seluruh upaya penanganan tersebut, pihaknya berharap peran aktif dari seluruh pihak tetap dijalankan. Terutama untuk penerapan protokol kesehatan untuk mencegah fluktuasi kasus harian. Sampai dengan 22 Agustus 2021 jumlah konfirmasi positif di Kota Mataram secara umum mencapai 6.459 kasus. Dari jumlah tersebut, 5.815 orang pasien dinyatakan telah sembuh, 209 orang meninggal, dan 435 orang masih menjalani perawatan. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional