Mataram Masuk Level Dua, Aktivitas Masyarakat Dilonggarkan

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana

Mataram (Suara NTB) – Kota Mataram berhasil masuk daftar wilayah level dua untuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Dengan penurunan dari level tiga sebelumnya, Satgas Covid-19 mencanangkan pelonggaran-pelonggaran aturan pembatasan dapat diberikan kepada sektor yang menunjang ekonomi masyarakat.

“Pergeseran level itu artinya beberapa sektor akan dilonggarkan, termasuk di sector akomodasi dan jasa,” ujar Ketua Satgas Covid-19 sekaligus Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Selasa, 21 September 2021. Menurutnya, relaksasi aturan salah satunya telah terlihat untuk usaha perhotelan.

Iklan

“Okupansi hotel kita membaik. Sekarang hampir semua hotel berbintang penuh, termasuk untuk sektor perdagangan yang mulai bergerak signifikan,” jelasnya. Kendati demikian, Mohan menekankan pihaknya masih belum memberikan relaksasi aturan untuk beberapa sektor seperti pendidikan dan usaha hiburan di Kota Mataram.

“Untuk kegiatan pendidikan kita coba tetap pertahankan dulu dengan skenario level tiga kemarin dengan pembatasan-pembatasannya. Karena pergeseran ini kita perlu lihat dulu perkembangannya sambil menekankan ke masyarakat supaya disiplin prokes (protokol kesehatan) jangan sampai diabaikan,” ujar Mohan.

Sementara untuk tempat hiburan dinilai masih menjadi kebutuhan sekunder masyarakat umum. Sehingga pembukaannya masih akan dievaluasi untuk kebutuhan pengurangan potensi penyebaran Covid-19 yang masih terjadi. Kegiatan ekonomi, menurut Mohan, akan mengutamakan sektor-sektor usaha yang dapat memicu ekonomi masyarakat secara umum.

“Kita sekarang posisi untuk lingkungan zona hijau baru 87 persen yang sudah nol kasus konfirmasi positif aktif. Artinya ada 13 persen lingkungan yang masih ada 1-2 kasus. Kalau semua ini sudah berhasil zona hijau, baru kita evaluasi lagi untuk pelonggaran. Termasuk untuk tempat-tempat hiburan,” jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya meminta Satgas Covid-19 di masing-masing kelurahan tetap mempertahankan skenario pencegahan seperti saat level tiga. Terutama dalam upaya menggencarkan vaksinasi dosis kedua yang baru mencapai 47,31 persen atau 149.290 orang.

Dengan aturan tersebut, pihaknya berharap Satgas Covid-19 di kelurahan dapat mengatur kegiatan-kegiatan yang boleh digelar masyarakat. Dengan catatan tetap mematuhi prokes standar seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Prokes ini juga tetap berlaku di pusat perbelanjaan kita yang memang sudah dibuka. Walaupun begitu, kondisi sekarang kita memang melihat seperti mall meskipun dibuka tetap keramaian belum terlihat. Sama seperti kegiatan di lingkungan, yang berkondisi zona hijau tidak apa-apa (digelar) selama prokes tidak diabaikan,” ujar Mohan.

Dengan ikhtiar tersebut pihaknya berharap penyebaran Covid-19 di Kota Mataram dapat menjadi endemi atau penyebaran terbatas di daerah atau kelompok masyarakat tertentu. “Setelah jadi endemic baru kita bisa normal berkegiatan, tapi sekarang fasenya masih cukup panjang untuk itu,” ungkapnya.

Dalam penerapan PPKM level dua, Satgas Covid-19 Kota Mataram diwajibkan melakukan testing hingga 369 orang per hari. Testing tersebut menyasar masyarakat yang menjadi suspek atau memiliki kontak dari kasus konfirmasi, bukan orang tidak bergejala.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2021 penurunan level Kota Mataram dari level tiga menjadi level dua dicapai dengan keberhasilan vaksinasi dosis pertama di atas 50 persen dan capaian vaksinasi dosi pertama untuk lanjut usia di atas 60 tahun di atas 40 persen.

Kemudian pelaksanaan kegiatan perkantoran pada wilayah zona hijau dan zona kuning, pembatasan dilakukan dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 50 persen dan WFO sebesar 50 persen. Sedangkan pelaksanaan kegiatan pada area publik di wilayah zona hijau diizinkan dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 50 persen dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penerapan protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah daerah.

Untuk wilayah zona kuning diizinkan dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 25 persen dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penerapan protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah daerah. Sedangkan untuk pembukaan bioskop yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan di wilayah zona hijau dan zona kuning dapat beroperasi dengan ketentuan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk skrining; kapasitas maksimal 50 persen dengan ketentuan hanya pengunjung dengan kategori hijau dalam Peduli Lindungi yang boleh masuk; pengunjung usia di bawah 12 tahun dilarang masuk; tidak diperkenankan menjual makanan-minuman di dalam bioskop; dan mengikuti prokes yang ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional