Mataram Masih Rawan Banjir

Ilustrasi banjir di Kota Mataram (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Dari prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah kota Mataram masih rawan terjadi bencana banjir hingga satu pekan ke depan. Pasalnya, cuaca bulan Maret 2020, menunjukkan bahwa kota Mataram berada di wilayah hujan sedang hingga hujan lebat yang  masih bisa terjadi.

“Dari yang diperkirakan oleh BMKG, hujan dengan intensitas sedang dan lebat bahkan juga disertai petir kilat, guntur, dan angin kencang akan mengguyur kota Mataram dalam jangka waktu sepekan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noor, Rabu, 4 Maret 2020.

Iklan

Dari prakiraan itu, warga kota Mataram yang tinggal di bantaran sungai, diminta tetap waspada. Menurutnya, hujan yang mengguyur kota Mataram pada Minggu (1/3), ada sepuluh titik masih rawan terjadi genangan. Khusus di satu titik di daerah kelurahan Rembiga harus juga diwaspadai adanya luapan Kali Midang yang bisa saja mengalami banjir.

Bukan hanya itu jelas dia, selama sepekan ke depan, semua pemukiman warga yang berada di wilayah pinggir Kali Jangkok dan Kali Ancar juga diprediksi terjadi luapan air jika hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari 5-6 jam lamanya.  “Seperti yang terjadi kemarin, air yang di Rembiga itu hampir setinggi pinggang orang dewasa,” katanya.

Dari data yang dikeluarkan BPBD Kota Mataram, sebanyak 22 rumah warga di Kelurahan Rembiga terdampak banjir. Untuk itu Pemkot Mataram akan terus melakukan pemantauan ke sejumlah sungai di Kota Mataram. “Kita minta juga kepada masyarakat di pinggir kali besar di Mataram untuk waspada. Pada titik lain harus diwaspadai terjadi genangan air. Seperti jalan Sriwijaya, Kekalik, Airlangga dan Jalan Udayana,” jelasnya.

Menurutnya, kota Mataram memang tidak memiliki ancaman banjir yang signifikan. Banjir yang terjadi di sebagian daerah Kota Mataram relatif datar. Hal itu dikarenakan kota Mataram banyak dilalui oleh sungai besar. “Manakala hujan besar datang cukup lama, itu cukup mengkhawatirkan bagi warga yang bermukim di sisi kali,” jelasnya. Namun, sejauh ini, belum ada dampak pemukiman warga di pinggir kali yang terlalu berisiko.

“Air itu rata-rata ke pemukiman warga yang berjarak kurang dari 100 meter dari kali. Selebihnya tidak akan kena dampak,” katanya.

BPBD kota Mataram pun menghimbau kepada seluruh warga Mataram, bisa mengantisipasi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. Pun, jika terjadi hujan lebat di daerah timur kota Mataram, perlu juga diantisipasi adanya banjir kiriman. “Yang terpenting jangan membuang sampah sembarangan, karena itu bisa memperlambat arus air sungai,” katanya.

Mahfuddin sudah berkoordinasi dengan semua OPD yang memiliki satgas, untuk membantu melakukan pemantauan selama 24 jam. Anggota di BPBD sendiri ujar dia, terdapat 60 anggota tim reaksi cepat akan dikerahkan jika terjadi banjir dan bencana lainnya. “Kita juga ajak semua satgas di Disperkim, DLH, dan Dinas Sosial untuk melakukan pemantauan. Ketika ada ancaman bencana, kita langsung ambil sikap,” tutupnya. (viq)