Mataram Kekurangan APD untuk Tangani Corona

0
Petugas pemantauan tim gerak cepat Puskesmas Cakranegara saat mendata warga yang berstatus ODP, Selasa, 31 Maret 2020. Petugas ini menggunakan APD seadanya. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Bertambahnya jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) wabah Corona Virus Disease (Covid-19) di Mataram akan berdampak pada penambahan jumlah alat pelindung diri (APD). Sejauh ini, jumlah APD di RSUD Kota Mataram baru 50 unit. Sedangkan, kebutuhan APD dalam proses penanganan PDP di RSUD kota Mataram capai 9.720 unit.

Direktur RSUD kota Mataram, dr Lalu Herman Mahaputra mengatakan, sejauh ini ketersediaan APD di Mataram jauh dari kata cukup. Pemerintah NTB baru memberikan 50 APD untuk Pemkot Mataram selama penanganan DPD yang dirawat di RSUD kota Mataram. “Padahal kita butuh APD dalam sehari itu 100 set,” kata dokter Jack kepada Suara NTB, Selasa, 31 Maret 2020. Sedangkan, PDP di Mataram yang dirawat di RSUD kota Mataram bertambah.

IKLAN

Selain itu, sebut Jack, jumlah dokter spesialis paru yang menangani PDP di RSUD kota Mataram baru berjumlah dua orang. Untuk jumlah perawat hanya 28 orang. “Total dokter kita punya 15 orang. Khusus poli paru baru 2 orang,” katanya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Karang Pule, dr Indrajati mengatakan, jumlah ODP yang diperiksa di Puskesmas Karang Pule sudah mencapai 38 orang. Selama pemeriksaan, pihaknya sudah menyiapkan APD standar WHO. “Karena kontak langsung dengan pasien suspect Covid-19, kita harus gunakan APD yang standar WHO di Puskesmas,” katanya.

Tim Penggerak Puskemas Cakranegara, Zarwan mengatakan, saat ini APD yang dimiliki puskemas Cakranegara pada saat pemeriksaan ODP Covid-19 sangat minim. APD yang dimiliki pihaknya tidak memenuhi standar. “Kemarin tim buat APD modifikasi dari jas hujan,” kelakarnya.

Zarwan menerangkan, APD ini dibutuhkan selama pemantauan warga yang datang daru luar daerah. “Saat pmantauan warga yang sudah berpergian ke luar daerah/luar negeri yang banyak terjadi kasus Covid-19 kan harus pakai APD,” katanya.

Pementauan ini dilakukan upaya memdeteksi dini warga yang terinfeksi Covid-19. “Agar tidak menyebar ke keluarga/tetangga. Kita imbau juga, ODP  harus mengisolasi diri di rumahnya selama 14 hari,” sebutnya. (viq)