Mataram Diharapkan Segera Capai PPKM Level I

Najamuddin Amy (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sebagai ibukota Provinsi NTB, Kota Mataram diharapkan dapat menjadi barometer penanganan pandemi Covid-19 di NTB. Upaya ini dapat ditandai dengan tercapainya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level I di Kota Mataram.

Harapan itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, menyusul terbitnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 48 Tahun 2020, yang terbit, Senin, 4 Oktober 2021. Dalam Inmendagri tersebut, terdapat dua daerah di NTB yang ditetapkan telah berstatus PPKM Level 1. Dua daerah itu adalah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Iklan

“Lobar dan KSB sudah mencapai PPKM level I. Kita tentu berharap daerah-daerah lain, terutama Kota Mataram sebagai ibukota Provinsi NTB segera mencapai level I juga,” ujar Najamuddin.

Najamuddin secara khusus juga menyebutkan daerah seperti Lombok Tengah, yang akan menggelar WSBK dan MotoGP, untuk segera berupaya maksimal mencapai PPKM level I bersama dengan daerah-daerah lainnya di NTB.

“Kami yakin, saat ini, semua pihak, semua pemangku kepentingan sudah mengupayakan secara serius untuk mengendalikan pandemi di daerah masing-masing. Karenanya, mudah-mudahan semuanya bisa segera mencapai PPKM level I,” ujar Najamuddin.

Sejauh ini, penyebaran kasus Covid-19 di Kota Mataram memang semakin melandai. Hal ini terlihat dari ditutupnya dua hotel darurat yang digunakan sebagai isolasi terpusat ditutup.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa awal Senin, 4 Oktober 2021 menerangkan, berdasarkan rilis jumlah kasus yang diterbitkan Satgas Covid-19 Provinsi NTB, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 hanya satu pasien dan jumlah kasus harian sangat kecil. Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran virus corona mulai melandai. “Kita bersyukur jumlah kasus setiap harinya melandai,” kata Nyoman ditemui di ruang kerjanya, Senin, 4 Oktober 2021

Parameter lainnya adalah jumlah keterisian kamar di rumah sakit, fatality rate serta indikator lainnya juga turun. Selain itu, dari 325 lingkungan hampir 90 persen masuk kategori zona hijau. Sisanya zona kuning dan orange.

Pihaknya optimis bahwa evaluasi penerapan PPKM level II pada tanggal 6 Oktober (Rabu besok, red), Kota Mataram bisa turun dilevel I.

Disamping itu Nyoman juga menyebutkan, dua hotel yakni Hotel Nutana di Jalan Airlangga dan Hotel Fizz di Jalan Majapahit yang digunakan sebagai isolasi terpusat pasien Covid-19 ditutup. Penutupan ini karena tidak ada warga yang menjalani isolasi. “Karena tidak ada yang dirawat ditutup, supaya tidak terkesan pemborosan anggaran,” jelasnya.

Setiap dinamika perkembangan kasus Covid-19 di Kota Mataram juga tetap dipantau. Masyarakat juga diminta tetap menaati protokol kesehatan serta mengikuti program vaksinasi yang sedang digencarkan pemerintah maupun TNI – Polri. (aan)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional