Mataram Belum Siap Adakan Sekolah Berasrama

Mataram (suarantb.com) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendi berencana mengadakan sekolah-sekolah berasrama di Indonesia. Usulan tersebut ditujukan untuk memberikan pemerataan fasilitas pembelajaran bagi pelajar Indonesia agar mereka bisa merasakan pelayanan pendidikan yang sama.

Namun menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, H. Sudenom, usulan tersebut belum bisa diterapkan di NTB, Khususnya Kota Mataram. Ia mengatakan sekolah-sekolah tidak memiliki lahan yang cukup untuk membangun gedung asrama. Pun jika dibangun oleh pemerintah daerah di satu lokasi yang dapat dijadikan asrama sekolah, belum tersedia dana yang mencukupi.

Iklan

“Mau bangun asrama di mana? Untuk ruang belajar saja kurang. Setiap sekolah mau bangun asrama kan tidak mungkin itu. Apakah mau kita buat komplek asrama bagi siswa-siswa sekolah? Siapa yang akan bagunkan itu? Pusat atau daerah?” katanya.

Menurutnya jika sekolah umum diasramakan, maka hal tersebut masih memerlukan kajian yang panjang. Sebenarnya sekolah berasrama sudah diterapkan oleh beberapa sekolah, seperti pondok pesantren yang memang mewajibkan siswa untuk tinggal di asrama.

“Jika kita menginginkan sekolah berasrama, ke pondok saja. Kan sudah ada itu. Pondok atau asrama kan sama saja, hanya beda nama saja,” terangnya.

Namun kondisi keluarga siswa yang berbeda-beda pun belum mendukung usulan sekolah berasrama tersebut. Bagi siswa yang letak sekolahnya jauh dari rumah, maka tanpa diwajibkan pun akan memilih untuk tinggal di asrama ataupun kos dengan biaya sendiri. Namun banyak keluarga yang memilih sekolah umum terdekat dari rumahnya agar anak tetap tinggal bersama keluarga.

“Orang tua siswa tidak mau terlalu terikat mewajibkan anak tinggal di asrama. Karena besar juga pengaruhnya pendidikan dari orang tua bagi anak,” tandasnya. (rdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here