Mataram Belum Memenuhi Syarat Terapkan Kenormalan Baru

Sejumlah warga berwisata di Pantai Gading di Kelurahan Jempong Baru pekan kemarin. Mataram masih belum memenuhi syarat menerapkan kenormalan baru. Tingkat penularan virus Corona dan kasus kematian terus bertambah. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Upaya Pemkot Mataram menuju kenormalan baru cukup berat. Pasalnya, dari sisi persyaratan belum mampu dipenuhi. Tingkat penularan relatif tinggi. Demikian pula dengan kasus kematian akibat covid-19 terus meningkat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noer mengakui dari sisi persyaratan Mataram belum bisa menerapkan kenormalan baru. Kenormalan baru atau new normal hanya berlaku bagi daerah dengan resiko terpapar virus Corona nihil atau zona hijau. Dibandingkan dengan Mataram masuk sebagai zona merah dengan tingkat kasus setiap harinya meningkat.

Iklan

“Kalau dari sisi persyaratan kita (Kota Mataram, red) belum bisa menerapkan new normal,” kata Mahfuddin ditemui Selasa, 30 Juni 2020. Fakta di lapangan berbeda dengan situasi kedaruratan dihadapi oleh pemerintah.

Masyarakat justru menormalkan diri seiring dengan kebijakan pelonggaran aktivitas. Seperti dibukanya pusat perbelanjaan dengan persyaratan tertentu. “Kalau diperhatikan masyarakat sudah terlihat normal,” tambahnya.

Kebijakan pelonggaran belum diberlakukan pada aktivitas pariwisata. Termasuk agenda hari bebas kendaraan bermotor atau car free day di Taman Udayana. Meskipun demikian, pengusaha hotel sedikit berbeda pendapat menyiapkan diri menuju tatanan kehidupan baru sesuai jadwal pemerintah.

Diketahui, kasus positif Covid-19 di Mataram 523 orang. Rinciannya 179 orang masih dalam perawatan, 312 orang sembuh dan 32 orang meninggal dunia. Mahfuddin menegaskan, menekan resiko penularan tetap melalui program Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL). Pelaksanaan program ini dinilai efektif.

“Harus dipastikan pengecekan suhu tubuh secara teratur. Rutin menggunakan masker saat keluar rumah dan pembatasan kerumunan orang,” jelasnya.

Menurut dia, pekerjaan rumah segera dihadapi tim gugus tugas adalah penerimaan peserta didik dan mahasiswa baru. Pihaknya memastikan sarana – prasarana di sekolah seperti tempat cuci tangan tersedia. Pengecekan suhu tubuh, serta pengawasan terhadap orang luar masuk ke lingkungan.

Lurah dan kepala lingkungan memiliki tanggungjawab mengawasi orang luar baru datang. “Harus dicek di mana dia tinggal sementara. Berapa lama dan sebagainya. Ini yang harus dipastikan dulu,” ujarnya.

Tim gugus tugas kata dia, terus bekerja keras menekan penularan virus tersebut. Dengan harapan Mataram segera berubah menjadi zona hijau, sehingga kenormalan baru bisa diterapkan. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional