Mataram Batal Terima Bantuan UMKM

I Gusti Ayu Yuliani. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Koperasi mencoret Kota Mataram dari daftar penerima bantuan bagi UMKM terdampak bencana. Plt. Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan UMKM Kota Mataram, I Gusti Ayu Yuliani menyebut keputusan tersebut diambil lantaran pemerintah pusat menilai UMKM di Kota Mataram terbilang masih stabil.

“Informasi awal dari 1.300 UMKM se-NTB yang akan menerima bantuan itu, Kota Mataram mendapat jatah 40 UMKM. Setelah kita coba pastikan langsung ke Kementerian, malah disampaikan permohonan maaf kalau kita dipending dulu untuk menerima itu,” ujar Yuli, Senin, 14 Juni 2021.

Iklan

Hal tersebut menurutnya cukup disayangkan. Mengingat kondisi stabil yang dimaksud pemerintah pusat secara umum belum merata dialami seluruh UMKM di Kota Mataram. Khususnya akibat pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu.

“Karena kita dianggap masih stabil, bantuan itu dialihkan (dengan porsi lebih besar) untuk Kabupaten Lombok Utara. Kemudian ada juga Lombok Barat dan Lombok Tengah, sementara Kota Mataram dan kabupaten/kota yang lain belum dapat,” jelasnya.

Jumlah bantuan untuk UMKM terdampak bencana tersebut menurutnya lebih besar dibanding bantuan produktif usaha mikro (BPUM) yang tengah dibuka saat ini. Kendati demikian, proses pendaftaran diakui lebih ketat. Khususnya dengan pembuatan proposal yang wajib dilakukan oleh masing-masing UMKM.

“Mudah-mudahan kedepannya UKM yang diberikan bisa lebih dari 1.300, supaya Kota Mataram bisa mendapatkan jatah untuk bantuan seperti itu,” jelas Yuli.

Di sisi lain, pihaknya berharap pelaku usaha di Kota Mataram dapat memaksimalkan peluang dari program BPUM yang masih dibuka sampai saat ini. Berdasarkan catatan akhir pihaknya jumlah pendaftar telah mencapai 4.172 pelaku usaha.

“Kemarin saat datang ke Kementerian Koperasi kita sudah diberitahukan di tahap kedua ini daerah mana yang lebih cepat, itu yang lebih banyak mendapatkan (kuota). Jadi kita harapkan sebanyak-banyaknya mendaftar,” ujarnya.

Dengan begitu, UMKM di Kota Mataram diharapkan memiliki ketahanan dalam menghadapi dampak pandemi yang masih berlangsung. Terutama dengan memanfaatkan bantuan modal Rp1,2 juta yang diberikan oleh kementerian. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional