Matangkan Pemahaman, Sekolah Gelar Sosialisasi Asesmen Nasional bagi Guru

Kepala Seksi Kurikulum pada Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, Purni Susanto saat menyampaikan materi mengenai asesmen nasional di SMAN 4 Mataram.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah sekolah melaksanakan sosialisasi asesmen nasional kepada guru-guru. Cara itu dilakukan untuk mematangkan pemahaman para guru untuk persiapan pelaksanaan asesmen nasional yang akan dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2021 mendatang.

Kepala SMAN 4 Mataram, Drs. Jauhari Khalid pada Rabu, 2 Desember 2020 menjelaskan, pihaknya melaksanakan sosialisasi asesmen nasional kepada guru-guru di sekolah. Langkah  itu sebagai tindak lanjut dari sosialisasi yang diberikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) di tataran kepala sekolah.

Menurut Khalid, tujuan dari sosialisasi yang diberikan kepada guru-guru untuk membekali guru tentang konsep asesmen nasional. “Di samping itu juga untuk memotivasi guru agar lebih fokus pada kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Khalid menyampaikan, persiapan dan pemahaman mengenai asesmen nasional perlu diketahui oleh para. Terlebih lagi karena asesmen nasional berfungsi untuk memetakan sekolah. Pihaknya menghadirkan pihak Dinas Dikbud NTB untuk datang secara langsung menjelaskan mengenai asesmen nasional kepada guru-guru.

Kepala Seksi Kurikulum pada Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, Purni Susanto, dihubungi terpisah menjelaskan, pihaknya melakukan sosialisasi sampai ke level kepala sekolah. Diharapkan, kepala sekolah yang mensosialisasikan asesmen nasional ke guru-guru. Namun ada sekolah yang ingin agar pihaknya bisa hadir secara langsung. “Namun ada beberapa sekolah yang ingin agar kami di Dinas Dikbud bisa hadir untuk sosialisasi,” katanya.

Sebelumnya Purni menyampaikan pihaknya berharap semua guru dan kepala sekolah se-NTB punya pemahaman yang utuh terkait asesmen nasional. Ia menekankan agar pihak sekolah tidak perlu panik dengan membuat program bimbingan belajar dan pengayaan. “Diharapkan sekolah bisa menyikapi dengan tepat dan benar,” katanya.

Purni mengingatkan, jangan sampai ada siswa, guru, kepala sekolah, dan orang tua membayangkan asesmen nasional seperti Ujian Nasional (UN). Jika pemahaman seperti UN, maka sekolah akan cenderung akan membuat bimbingan belajar untuk siswa.

Menurut Purni, asesmen nasional akan dilaksanakan bulan Maret tahun 2021. Nantinya akan dipilih beberapa sekolah di masing-masing kabupaten/kota. Jumlah sekolah bergantung dari banyak atau sedikitnya jumlah sekolah di satu kabupaten/kota. “Jika banyak sekolah, akan dipilih maksimal 10 sekolah di satu kabuapten/kota, kalau sedikit, bisa kurang dari 10 sekolah,” ujarnya.

Purni menjelaskan, sekolah peserta asesmen nasional dipilih secara acak. Tidak semua siswa akan ikut asesmen nasional, akan dipilih dari kelas XI untuk jenjang SMA sederajat. Siswa akan dipilih maksimal 45 orang bukan seluruh siswa kelas XI. “Bukan ujian, akan diambil sampel, dilihat anak-anak ada di level mana, akan dilihat untuk perbaikan,” katanya. (ron)