Masyarakat Terisolir, Pemprov Tangani Darurat Jalan Putus di Kawasan Tambora

Sahdan (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) turun mengecek putusnya jalan provinsi di Desa Rasabou Kecamatan Tambora akibat banjir, Jumat pekan lalu. Akibat putusnya jalan provinsi tersebut, empat desa terisolir, sehingga Pemprov akan melakukan penanganan darurat agar jalan tersebut dapat dilalui masyarakat.

“Saya ke lapangan melihat seperti apa kondisinya. Langsung kita tangani, tergantung kondisinya, kita pakai bronjong. Yang penting bisa dilewati masyarakat,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB, Ir. H. Sahdan, MM., dikonfirmasi Suara NTB, Senin 25 Maret 2019.

Iklan

Sahdan membenarkan akibat putusnya jalan tersebut empat desa menjadi terisolir, sehingga menjadi prioritas untuk segera ditangani. “Makanya langsung kita tinjau ke lapangan. Saya sedang di jalan ini,” ujarnya.

Sahdan mengatakan pihaknya sedang mengecek kebutuhan untuk memperbaiki jalan tersebut. Penanganan jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana sedang dilakukan. Kejadian bencana banjir bandang yang bertubi-tubi di wilayah Tambora, kata Sahdan mengakibatkan beberapa infrastruktur rusak.

Jalan yang putus, kata Sahdan sebelumnya berupa jembatan plat  deker dengan panjang sekitar 2 meter. Akibat banjir pekan kemarin, jalan yang rusak sampai 5 meter. “Sedang diusahakan untuk penanganan darurat. Kita tangani paralel. Kami juga sedang mengurus jembatan yang rusak lain juga. Kita lihat kebutuhannya seperti apa,” tandasnya.

Sebelumnya, kata Sahdan saat banjir bandang yang menerjang Bima, Sabtu (16/3) lalu menyebabkan satu jembatan provinsi rusak. Dinas PUPR menerjunkan tim ke lapangan untuk segera memperbaiki jembatan provinsi di Jalan Simpang Kore – Piong.

Saat ini, jembatan tersebut sedang dalam proses perbaikan.  Ia mengatakan daerah di sekitar kawasan Tambora Kabupaten Bima itu, kata Sahdan kemiringan bukitnya sangat besar. Dengan kondisi hutan yang gundul, begitu terjadi hujan lebat maka air yang mengalir kecepatannya luar biasa.

“Kalau jembatan ini berada di zona aliran air. Dia tidak mampu menampung aliran air. Sehingga airnya meluap, menghantam bagian terlemah jembatan, opritnya,” jelas Sahdan.

Jembatan provinsi yang rusak tersebut segera diperbaiki. Ia mengatakan tim sudah diturunkan melakukan penanganan darurat. Oprit jembatan akan ditimbun dan akan dipasang bronjong. “Supaya masyarakat bisa segera lewat,” katanya.

Akibat banjir bandang Bima tersebut, Sahdan mengatakan jembatan provinsi yang rusak bertambah menjadi empat buah. Tiga jembatan provinsi sebelumnya sudah rusak akibat banjir di Bima awal 2018 lalu.

Namun, untuk perbaikan permanen jembatan Kananta sudah ditangani BPBD NTB. Pada Jumat pekan kemarin, BPBD NTB telah meneken kontrak dengan kontraktor yang mengerjakannya.

Sementara satu jembatan lagi diperbaiki Pemkab Bima. Jembatan Simpasai Bima ditangani Pemkab setempat dengan memasang jembatan darurat menggunakan baja. “Kita harus kita usulkan perbaikannya, karena akibat bencana alam. Bukan hanya jembatan, pasti ada ikutan lainnya,” tandas Sahdan. (nas)