Masyarakat Suarakan Perlunya Pelatihan Keterampilan

Mataram (Suara NTB) – Kemiskinan yang dialami masyarakat NTB, seringkali dipicu oleh minimnya keterampilan mereka. Karena itulah, masyarakat di sejumlah daerah yang didatangi melalui kegiatan reses Anggota DPRD NTB menyuarakan perlunya pemerintah memfasilitasi pelatihan keterampilan untuk mereka.

Aspirasi itu menjadi salah satu dari sekian banyak aspirasi yang mencuat dalam laporan hasil reses para anggota DPRD NTB Daerah Pemilihan (Dapil) II. Aspirasi itu disampaikan melalui rapat paripurna penyampaian laporan hasil reses yang digelar di Kantor DPRD NTB, Rabu, 2 November 2016.

Iklan

Anggota DPRD NTB Dapil II yang ditunjuk menyampaikan laporan itu adalah H. Umar Said, S.Ag, yang sebelumnya pernah menjabat Ketua DPRD Lombok Barat dan juga Ketua DPRD NTB.

Aspirasi menyangkut penguatan ekonomi masyarakat kecil, tampak dalam materi laporan reses yang digelar Hj. Wartiah, M.Pd, TGH. Muammar Arafat, H. L. Patimura Farhan, S.Ag, Lalu Herwanto, SH, H. Junaidi Arif, SP, H. Khudari Ibrahim, Lc, MH dan Raden Nuna Abriadi, SIP.

Bentuk pemberdayaan yang menjadi harapan masyarakat cukup beragam. Misalnya, bantuan alat tangkap dan mesin kapal untuk nelayan yang disampaikan melalui Raden Nuna. Juga, ada aspirasi masyarakat Sekotong yang perlu pembinaan untuk bekerja di sektor pariwisata, seperti yang masuk dalam catatan H. Khudari Ibrahim.

Junaidi Arif juga mencatat perlunya bantuan kelompok usaha ekonomi produktif di Gangga, Lombok Utara. Sementara, Lalu Herwanto melaporkan adanya aspirasi masyarakat yang memerlukan bantuan ternak sapi, di Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Lobar. Patimura mencatat adanya permintaan masyarakat yang mendamakan adanya jaminan harga pupuk serta hasil tanam yang stabil. Hal ini diperlukan untuk memastikan petani bisa tetap sejahtera.

Sementara itu, TGH. Muammar Arafat melaporkan adanya kekhawatiran para pedagang yang di jalan di pinggir pantai di Kecamatan Pemenang, KLU. Mereka khawatir akan digusur oleh pemerintah daerah setempat. Dalam laporannya, Hj. Wartiah antara lain melaporkan perlunya pembinaan bagi penguatan ekonomi produktif di Kecamatan Pemenang, KLU. Sejumlah elemen masyarakat di Kecamatan Batulayar dan Narmada, Lombok Barat juga sangat membutuhkan pelatihan keterampilan di bidang otomotif, tata busana, tata rias dan tata boga. Khususnya, bagi anak-anak dan remaja yang putus sekolah.

Selain aspirasi menyangkut pelatihan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat tersebut. Laporan panjang para anggota DPRD NTB dari Dapil II tersebut juga memuat beragam aspirasi lainnya. Mulai dari perbaikan fasilitas ibadah, jalan, hingga pembinaan olahraga.

Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH menjelaskan, dari hasil kunjungan resesnya, para anggota DPRD NTB secara perseorangan atau kelompok wajib membuat laporan tertulis yang disampaikan kepada pimpinan DPRD NTB.

Setelah menerima laporan, pimpinan DPRD NTB wajib menyampaikan kesimpulan hasil reses tersebut dalam rapat paripurna. Selanjutnya, kesimpulan hasil reses inilah yang akan dijadikan sebagai dasar penyusunan pokok-pokok pikiran DPRD pada pembahasan KUA/PPAS.

“Untuk diketahui, bahwa masa reses ke III anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun sidang 2016 telah dilaksanakan sejak tanggal 15 s/d 20  Oktober 2016. Sedangkan rapat dari masing-masing daerah pemilihan telah dilaksanakan tanggal 28 Oktober 2016,” ujar Isvie menjelaskan. (aan/*)