Masyarakat Semakin Abai

Juaini Taofik (Suara NTB/yon)

Selong Suara NTB – PENERAPAN denda bagi masyarakat yang tidak memakai masker resmi diberlakukan, Senin 14 September lalu, yaitu Perda NTB Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penyakit Menular. Hanya saja seiring diterapkannya Perda ini, masyarakat justru semakin abai memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan lainnya.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik,MAP, Jumat, 25 September 2020, tidak menampik kondisi yang terjadi atas perilaku masyarakat tersebut. Kata Opik-sapaan akrabnya, selaku gugus tugas mengaku prihatin dengan kondisi ini di samping pandemi Covid-19 belum berakhir. Sehingga faktor kunci untuk bertahap dari ancaman Covid-19 hanya kesadaran kolektif.

Iklan

Ditegaskan Sekda Lotim ini,  yang menjadi tantangan saat ini berupa Orang Tanpa Gejala (OTG). Sementara gugus tugas pencegahan penanganan Covid-19 memiliki keterbatasan dan masih fokus operasinya di jalan raya, karena tujuan utamanya bukan untuk penindakan melainkan pencegahan.

Pemda Lotim tengah menyiapkan regulasi dan perangkat untuk operasi di desa/dusun. Namun saat ini pendekatan di desa-desa berupa kampung sehat. “Sudah semestinya masyarakat lebih patuh menerapkan protokol kesehatan,” harapnya.

Dikatakannya, Pemda Lotim bersama pihak terkait beberapa waktu lalu fokus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memakai masker ketika beraktivitas. Jutaan masker yang sudah dibagikan ke masyarakat sejak virus Corona mewabah hingga saat ini.

Atas dasar itulah, diyakininya bahwa rata-rata masyarakat sudah memiliki masker baik yang dibagikan oleh pemerintah, swasta maupun membeli secara swadaya. Tinggal bagaimana kemauan dan kesadaran untuk memakainya setiap beraktivitas di luar rumah untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Sekda mengakui bahwa memakai masker saat beraktivitas di luar rumah merupakan sesuatu yang cukup melelahkan. Akan tetapi tindakan itu sudah semestinya dilakukan sebagai salah satu langkah efektif dalam mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Sekda Lotim ini menekankan penerapan Perda NTB Nomor 7 Tahun 2020 berupa menjatuhkan denda bagi masyarakat yang tidak memakai masker bukan bertujuan untuk menghasilkan PAD meskipun pada dasarnya denda yang dikeluarkan oleh masyarakat masuk ke kas daerah.

Melainkan tujuan utamanya untuk mencegah masyarakat terpapar Covid-19. Apalagi saat ini banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan hadirnya virus di tengah-tengah masyarakat tidak menutup kemungkinan masyarakat terpapar. Sehingga perlu ditekankan pemakaian masker oleh masyarakat, sehingga OTG tetap OTG tanpa harus mengacu ke masyarakat yang lain.

Dalam penerapan Perda ini, nantinya akan ditegakkan secara massif, sehingga pengendalian Covid-19 dapat terwujud dengan pencegahan dan penindakan yang efektif.

Pemda Lotim pun sudah mengeluarkan Perbup Nomor 39 Tahun 2020 menindaklanjuti instruksi Mendagri Nomor 4 Tahun 2020. Sehingga Perbup masing-masing daerah dilakukan sinkronisasi dengan Perda, meskipun Perda pada dasarnya daya hukum dari Perda lebih kuat. Hanya saja, dalam penerapan denda ini yang diberlakukan semua daerah mengacu pada Perda Provinsi NTB. (yon)