Masyarakat NTB Didorong Tingkatkan Konsumsi Ikan

Pengecekan suhu ikan dengan thermometer dalam inspeksi kemarin di pedagang pasar Paok Motong, Lombok Timur. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Mataram dan Dinas Kelautan Perikanan Provinsi NTB bergandengan tangan mendukung kampanye gemar makan ikan masyarakat NTB. Tiga unsur ini Selasa, 3 Maret 2020 melakukan inspeksi di tempat-tempat pelelangan ikan (TPI), Unit Pengolahan Ikan (UPI), hingga pedagang ikan di pasar tradisional.

Tujuannya untuk memastikan ikan-ikan yang dijual dan diolah adalah ikan segar dan layak konsumsi. Sehingga masyarakat termotivasi mengkonsumsi ikan sebagai sumber protein. Inspeksi yang dilakukan kemarin ikut diantaranya, Milis dan  Dian Noperta Inspektur Mutu Balai KIPM Mataram, Wuri Sudibyo, S.Pi, PHPI Balai KIPM Mataram. Dita Elistasari Ziady dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB dan Tito Veriyanto BBPOM Mataram.

Iklan

Sasarannya adalah TTI Tanjung Luar, TPI Labuan Lombok , Unit Pengolah Ikan  dan Pasar Paok Motong. Seluruhnya di Kabupaten Lombok Timur. “Monitoring ini dilakukan empat kali dalam setahun. Kita ingin memastikan ikan-ikan hasil tangkapan yang akan sampai ke konsumen kondisinya segar dan  layak konsumsi. Agar minat masyarakat mengkonsumsi ikan meningkat,” kata Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi.

Hasil monitoring ditekankan pada daya dukung untuk memperkuat rantai dingin sehingga ikan-ikan hasil tangkapan, hingga sampai ke pembeli, tidak mengalami kemunduran mutu. “Harus tetap dingin. Sampai diolah. Tempat pencucian ikan, dan tempat penjualan ikan ditingkatkan sarana dan prasarananya. Jangan sampai  ada ikan berformalin, menggunakan borak atau bahan kimia berbahaya lainnya. Semua masih aman atau tidak melampui ambang batas yang ditentukan,” demikian Suprayogi.

BKIPM Mataram yang merupakan salah satu UPT BKIPM yang ada di daerah melakukan kegiatan pengawasan mutu ikan domestik sebagai implementasi Inpres 01 tahun 2017 bersama instansi terkait, kegiatan ini dilakukan dalam rangka mempercepat dan mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit.

Kesehatan merupakan tantangan yang masih sangat berat bagi masyarakat, dengan timbulnya berbagai macam penyakit saat ini maka masyarakat harus meningkatkan kesehatannya, salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menerapkan gaya hidup Germas yang merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat.

“Salah satu gaya hidup sehat yang dilakukan adalah dengan meningkatkan jumlah konsumsi ikan, Ikan merupakan makanan yang memiliki nilai gizi tinggi yang sangat  baik untuk meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak,” papar Suprayogi. Langkah-langkah strategis yang dilakukan antara lain melalui optimalisasi ketersediaan ikan sehat dan aman konsumsi sebagai pangan sehat.

Penguatan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, pengendalian mutu di pasar/sentra produksi ikan sehat. Penyediaan sentra kuliner berbasis ikan sehat dan Pengendalian ikan sehat dan aman untuk dikonsumsi. (bul)