Masyarakat Mulai Abai, Kasus Positif Covid-19 di Lotim Terus Bertambah

Infografis

Selong (Suara NTB) – Menjelang fase new normal atau kenormalan baru, kasus terkonfirmasi positif di kabupaten Lombok Timur (Lotim) justru terus bertambah. Kondisi ini dinilai Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) salah satunya akibat masyarakat terkesan abai dan mulai cuek.

Data terbaru jumlah kasus terkonfirmasi positif 146 kasus. Sebanyak 102 orang sembuh dan masih dirawat 42 kasus. Sampai saat ini belum ada tambahan kasus yang meninggal dunia.

Iklan

Juru Bicara Gugus Tugas, Dr. Pathurrahman kepada Suara NTB, Kamis, 9 Juli 2020 menjelaskan, menjelang new normal bukan berarti kehidupan ini sudah bebas tanpa corona. New Normal maksud sebenarnya adalah bisa hidup berdampingan dengan virus dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Dikatakan, munculnya kasus-kasus baru di Lotim ini diduga karena banyaknya aktivitas luar. Terjadi interaksi sosial yang tanpa protokol kesehatan. Deteksi yang dilakukan Gugus Tugas sejauh ini pun tidak bisa untuk semua warga. Gugus tugas hanya mendeteksi yang sudah kontak dengan pasien positif.

Termasuk untuk swab seluruh warga Lotim diakui cukup bagus tapi butuh biaya yang besar. “Kalau tes massal cukup berat, jadi kita cukup sebenarnya dengan mengecdek yang potensial terkena,” ucapnya.

Hikmah yang bisa dipetik, semakin banyak yang ketahuan akan dapat dengan mudah mengetahui penyebarannya. Di mana saja yang positif dapat dengan mudah terdeteksi dengan cepat. Karenanya, salah satu kunci utama pemutusan rantai hanya dengan melaksanakan protokol Covid. Masyarakat harus terus ditingkatkan kesadarannya. Bukan sebaliknay makin cuek terhadap covid. “Jadi, manakala abai dan lengah, maka akan cepat menular,” imbuhnya.

Kebiasaan untuk cuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Sepulang kerja langsung mandi dan melepas semua pakaian. Maka, keluarga akan bisa terjaga dari paparan virus. “Cuci tangan in iharus kita budayakan karena ancaman Covid masih ada,” demikian. (rus)