Masyarakat Minta Kejelasan Lanjutan Proyek Embung Seloto

Taliwang (Suara NTB) – Masyarakat di Desa Seloto, Kecamatan Taliwang mempertanyakan kelanjutan dari proyek pembangunan embung di desa setempat. Hal tersebut terjadi, pasalnya hingga saat ini jaringan irigasi dari embung tersebut tidak kunjung terbangun. Sehingga azas manfaat dari bendungan ini belum dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Informasinya, anggaran pembangunan embung tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp4 miliar bersumber dari anggaran APBN tahun 2016 lalu. Di anggaran tersebut sudah termasuk di dalamnya item pemeliharaan selama satu tahun lamanya. Tetapi, kenyataan di lapangan setelah selesai dikerjakan sekitar awal tahun 2017, hingga saat ini belum ada pemeliharaan sama sekali terhadap aset nasional ini. Bahkan, saat ini kondisi pintu pembuangan air yang terbangun sudah tertutup tanah akibat sedimentasi yang parah.

Iklan

Kepala Desa (Kades) Seloto, Lukmanul Hakim SP, kepada Suara NTB, belum lama ini mengungkapkan, memang di satu sisi keberadaan embung ini sudah sangat memberikan manfaat terhadap warga masyarakat sekitar. Dimana di musim kemarau warga di desa Seloto masih bisa mengaliri sawah dengan air yang bersumber dari embung karena air yang tertampung.

Meskipun masih bisa tertampung, tetapi untuk proses pengairan sawah masih belum mampu secara maksimal. Karena jaringan irigasi yang tidak kunjung terpasang di empung tersebut. Selain masalah itu, jembatan inspeksi untuk mengontrol pintu air dan akses transportasi yang seharusnya bisa dibangun tidak juga ada kejelasan hingga saat ini.

“Kita sudah sempat menyuarakan masalah ini ke dinas PU-PRPP untuk bisa dilihat tetapi hingga saat ini masih belum ada juga kejelasan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selain masalah itu, pihaknya juga berharap supaya ada pemiliharaan yang maksimal terhadap embung ini. Hal ini harus dilakukan, karena kondisinya saat ini sudah mulai terjadi sedimentasi. Jika masalah itu tetap dibiarkan tanpa penanganan yang maksimal, dikhawatirkan embung ini tidak bisa bertahan lama.

Belum lagi persoalan lain seperti rembesen air di beberapa titik juga harus bisa menjadi perhatian bersama untuk bisa segera ditanggulangi. Karena jika embung ini rusak dan jebol, maka masyarakat juga akan mengalami krisis air bersih hingga jangka waktu yang cukup lama.

“Kami sangat berharap aset miliaran rupiah dan menjadi kebanggan masyarakat di desa Seloto bisa dipelihara dengan baik dan maksimal. Jika embung ini rusak dan jebol, maka masyarakatlah yang akan rugi,” tukasnya.

Menanggapi masalah tersebut, Asisten II Setda Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M. Si, dalam waktu dekat akan segera memanggil instansi terkait dengan membahas masalah ini. Sehingga apa yang dikhawatirkan oleh masyarakat bisa semakin diminimalisir baik itu jebolnya embung ini maupun hal-hal yang lain. Sementara kaitannya dengan jaringan irigasi, pihaknya juga masih perlu melakukan pembicaraan lanjutan dalam pengambilan keputusan nantinya.

“Intinya kita perlu rapat dulu dalam menyikapi masalah ini, setelah ada keputusan rapat baru akan kita pikirkan langkah selanjutnya,” singkat H. Amry. (ils)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here