Masyarakat Lotim Diimbau Hati-hati Gunakan Medsos

Selong (Suara NTB) – Merebaknya isu penculikan anak dan penjualan organ tubuh manusia belakangan ini cukup meresahkan masyarakat sekitar. Apalagi isu penculikan dan penjualan organ tubuh belum dipastikan kebenarannya. Terkait dengan itupun, masyarakat diimbau hati-hati menggunakan media sosial (medsos), terutama ketika ingin memposting sesuatu.

‘’Salah sedikit, masyarakat yang bersangkutan bisa berhadapan dengan proses hukum,’’ ungkap Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Lotim, H. Ridatul Yasa Sutaryadi, dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu, 25 Maret 2017.

Iklan

Untuk meredam keresahan masyarakat, ujarnya, pihaknya sudah menyurati semua kecamatan maupun SKPD memanfaatkan corong-corong masjid, majlis ta’lim maupun yang lainnya. Dalam surat itu diinformasikan ke masyarakat jika informasi tersebut tidak benar. Kendati demikian, isu-isu itu harus diambil hikmahnya agar masyarakat tetap melakukan pengawasan dan tidak lengah dalam mengurus anak maupun anggota keluarganya.

Sementara, Kapolres Lotim, AKBP. Wingky Adhitiyo Kusumo, SIK, MH melalui Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. Antonius F Gea, mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi terkait isu penculikan anak dan perdagangan organ tubuh manusia.

Apabila ada kecurigaan masyarakat terhadap warga yang tidak dikenalnya supaya segera melaporkan hal tersebut ke aparat pemerintah desa atau pihak berwajib, sehingga bisa segera diantisipasi dan tidak berkembang ke hal-hal negatif lainnya.

“Apabila ada kecurigaan, masyarakat kita imbau supaya melaporkan persoalan itu ke pemerintah desa setempat,” imbaunya mengingatkan. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here