Masyarakat Keluhkan Pelayanan di RSUD R. Soedjono Selong

ANTRE - Pasien di RSUD R. Soedjono Selong sedang antre untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Soedjono Selong Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dikeluhkan oleh masyarakat. Pasalnya, pelayanan di rumah sakit umum milik Pemkab Lotim ini terkesan lelet. Untuk satu loket saja, masyarakat harus mengantre 30 hingga satu jam lebih.

Seperti di sampaikan Hilmiatun  ia datang ke RSUD R. Soedjono Selong sekitar pukul 7:30 wita dan langsung mengambil nomor antrean yang sudah disediakan di dekat pintu gerbang masuk rumah sakit. Setetah hampir satu jam mengantre, Hilmiatun kemudian memasukkan berkasnya untuk diregistrasi oleh petugas dan ia dipersilahkan duduk mengantre kembali oleh petugas. Hampir satu jam mengantre, Hilmiatun mengaku tak kunjung dipanggil untuk mengambil berkasnya untuk kemudian di bawa ke laboratorium yang ada pada rumah sakit plat merah tersebut.

Iklan

Menurutnya, pasien yang akan melakukan uji laboratorium seharusnya didahulukan tanpa harus mengikuti prosedur lainnya seperti pasien lain yang hanya melakukan rawat jalan. Hal tersebut dikarenakan pasien yang melakukan uji labarotarium dengan pengambilan sampling darah memakan waktu cukup lama. Belum lagi pasien dalam kondisi berpuasa sebagaimana permintaan dari pihak medis sebelum dilakukan proses pengambilan darah pasien. “Saya sudah menunggu lebih dari satu jam,” ujarnya sembari menunjukkan nomor antreannya yang saat itu nomor 239.

Hal senada disampaukan, Pajri asal Sakra Barat, pelayanan pada loket pendaftaran tak semestinya mengharuskan pasien menunggu cukup lama. Karena berpengaruh terhadap pemeriksaan pasien baik uji laboratorium maupun pemerintah dokter di poli masing-masing. Apabila terlambat, dokter yang bertugas pada masing-masing poli tersebut tidak berada di ruangannya dan waktu pelayanan sudah habis. Menurutnya, dengan banyaknya pasien yang berkunjung ke RSUD R. Soedjono Selong setiap harinya, harus ada solusi yang diberikan pihak rumah sakit. Misalnya penambahan ruang pelayanan registrasi pendaftaran berkas maupun personel.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD. R. Soedjono Selong, dr. Karsito, mengungkapkan, menunggu di rumah sakit milik pemerintah adalah keniscayaan. Fasilitas penunjang dan obat-obatan paling baik bagi pasien BPJS yang saat ini pasiennya banyak serta jumlah kunjungan di RSUD Selong terus bertambah. Karsito mengaku jika RSUD Selong sudah berupaya keras untuk memberikan pelayanan yang baik. Misalnya, adanya sistem antrean yang adil dan bisa dilihat sama-sama, serta adanya monitor terus menerus dalam upaya memperbaiki waktu tunggu.

Bahkan untuk sekarang ini, kata Karsito, sudah siap unduhan aplikasi sistem pendaftaran online via android beberapa hari yg lalu. Inipun dikomplain oleh pasien terutama yang tidak terbiasa dengan layanan digital. Untuk pendaftaran secara online ini, masyarakat tinggal cari di play store : RSUD Selong, kemudian di download. Ini berlaku untuk pasien yang sudah pernah berkunjung ke RSUD Selong (kunjungan ke 2 dan seterusnya. Kalau baru pertama kali tetap harus terlebih dahulu pendaftaran manual ke loket. “Brosur elektroniknya belum siap, masih tahap finalisasi. Namun secara keseluruhan pasien-pasien tidak lagi menunggu sampai jam 4-5 sore seperti dulu,”ujarnya. (yon)