Masyarakat Keluhkan Harga Beras Rp11.000 per Kg

Ilustrasi pedagang beras di salah satu pasar tradisional di NTB. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Masyarakat mengeluhkan mahalnya harga beras. Menyandang predikat sebagai provinsi lumbung pangan, rupanya tak juga membuat masyarakat NTB menikmati beras dengan harga terjangkau. Saat ini, di tingkat pengecer, harga beras premium menembus harga Rp11.000/ Kg.

Sejumlah pembeli beras di Pasar Pagesangan Mataram pagi Rabu, 19 Desember 2018 mengeluh. Harga beras premium dibeli Rp11.000 per Kg. ‘’Di mana-mana, sama saja harganya beras super,’’kata pedagang ini.

Iklan

Alhasil, pembeli inipun menggerutu. Tidak ada pilihan, selain tetap membelinya. Yang mengherankan, produksi beras dan gabah selama ini cukup berlimpah. Apalagi di daerah-daerah yang tingkat ketersediaan irigasinya tercukupi.

‘’Panen di mana-mana selalu ada hampir tiap hari. Tapi harga beras kita ndak turun-turun,’’ kata pembeli ini sambil berlalu.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No 57/M-DAG/PER/8/2017 tanggal 24 Agustus 2017 Harga HET beras Premium untuk wilayah NTB Rp12.800/Kg dan beras medium Rp9.450/Kg. Berdasarkan hasil pemantauan Perum Bulog di pasaran. Harga beras di kisaran Rp8.000/Kg sampai Rp9.000/Kg untuk beras kualitas medium. Beras Premium terjual di atas Rp10.000/Kg.

‘’Karena masih di bawah HET yang ditetapkan Mendag, sehingga Satgas Pangan juga belum bisa mendesak penjual untuk menurunkan harga,’’ kata Kepala Perum Bulog Divre NTB, Ramlan UE.

Cadangan beras dalam data Bulog juga menunjukkan kekuatan sampai 14,5 bulan ke depan. Artinya hingga 2020. Dengan ketahanan stok beras di Bulog yang mencapai lebih dari satu tahun, masih sangat aman untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di pasar-pasar.

Perum Bulog juga menggelar Operasi Pasar (OP) dalam rangka stabilisasi harga pangan dan menjaga keadaan pasar tak bergejolak. OP dilaksanakan di seluruh pasar yang ada di Mataram. Selain itu melalui kios-kios mitra Bulog, dan Rumah Pangan Kita (RPK). Termasuk interaksi dengan mitra kerja Bulog yang juga memiliki jaringan di hampir semua pasar tradisional.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani mengatakan bahwa harga beras masih cukup normal bila tak melebihi HET. Kendatipun masyarakat mengeluh akan harga beras premium Rp11.000/Kg menurutnya sah-sah saja.

Upaya yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan untuk menjaga stabilitas harga ini dengan menyediakan pasokan kebutuhan pokok di setiap Toko Tani Indonesia (TTI) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB.

Budi Septiani mengatakan, saat ini jumlah TTI khusus di Kota Mataram saja sebanyak 16 TTI, ditambah TTI induk (TTI center) di Jalan Puring. Setiap hari TTI-TTI ini dipasok bahan-bahan yang dijualnya, terutama beras oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Khusus untuk beras, TTI-TTI ini dipasok oleh Gapoktan. Artinya, beras yang dijual di TTI adalah harga yang diterima dari petani. Pemerintah telah memberikan dukungan kepada Gapoktan masing-masing Rp100 juta. Rp60 juta untuk biaya operasional, dan Rp40 juta untuk penyediaan stok.

‘’Beras di TTI dijual Rp10.000 untuk beras kualitas premium. Harganya di bawah harga pasar. Silakan saja berbelanja di TTI kalau menginginkan sembako di bawah harga pasar,’’ saran kepala dinas.

Melalui TTI ini, pemerintah memutus mata rantai pasar yang panjang. Sehingga harga yang diterima masyarakat lebih murah. (bul)