Masyarakat Jangan Tergoda Calo TKI

Selong (Suara NTB) – Kasus meninggalnya sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kecamatan Suralaga beberapa waktu lalu, belakangan ini menarik perhatian sejumlah pihak. Tak terkecuali pemerintah kecamatan setempat.

Terkait hal ini, Camat Suralaga, H. M. Supriyadi, meminta kepada masyarakatnya untuk tidak tergoda iming-iming maupun bujuk rayu dari para calo mengingat wilayah Kecamatan Suralaga merupakan salah satu wilayah kantong TKI di Lotim.  “Kita sangat menyayangkan masih banyaknya masyarakat kita jadi TKI dengan menempuh jalur non prosedural,”ujarnya pada Suara NTB, Sabtu, 11 Maret 2017.

Iklan

Menyikapi persoalan itu, dikatakan Supriyadi jika Pemerintah Kecamatan Suralaga sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menganggarkan dana yang ada di desa untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan buruh migran. Supaya masyarakat di wilayah Kecamatan Suralaga yang menjadi salah satu wilayah kantong TKI berangkat melalui jalur prosedural.  Hal itu juga berdasarkan ketentuan perundang-undangan No 39 tahun 2003 tentang penempatan dan perlindungan TKI. “Mulai dari administrasi seperti pengecekan KTP apakah sesuai dengan KK dan usia dari TKI yang kerap dimanipulasi oleh para calo atau tekong,” sebutnya.

Ditegaskannya, waspada terhadap gerak langkah dari para calo sangat perlu diantisipasi oleh masyarakat yang ingin menjadi pahlawan devisa bagi semua masyarakat Lotim, khususnya di Kecamatan Suralaga. Pasalnya, menurut pandangan Supriyadi yang juga merupakan mantan Kepala Bidang Disnakertrans Lotim ini, calo saat ini bergentayangan hingga ke pelosok desa tanpa identitas yang jelas dengan mengatasnamakan diri dari PPTKIS.

  “Dari Disnakertrans sendiri sudah menurunkan surat terkait jumlah PTTKIS yang layak dan masih memiliki izin. Itu harus diketahui oleh masyarakat melalui sosialisasi yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Di samping itu, katanya, pihaknya juga sudah membentuk satuan tugas (Satgas) Pencegahan TKI non prosedural Kecamatan Suralaga yang dibentuk sekitar 2 bulan yang lau dengan melibatkan pemerintah desa maupun purna TKI yang ada di Kecamatan Suralaga, mengingat sejumlah kepala desa di wilayah yang dipimpinnya saat ini merupakan mantan TKI. Diketahui, jumlah desa yang terdapat di Kecamatan Suralaga sebanyak 15 Desa yang terbagi menjadi 65 dusun dengan jumlah masyarakat sebanyak 69.618 jiwa. Adapun desa yang menjadi kantong TKI terbanyak terdapat di Desa Suralaga.

Di awal tahun 2017 ini korban TKI Lotim yang meninggal sekitar 3 orang yang sudah dipulangkan ke kampung halamannya. TKI tersebut semuanya berasal dari wilayah Kecamatan Suralaga dan rata-rata berstatus TKI ilegal. Kondisi itu, membuat pemerintah kecamatan setempat maupun Pemda Lotim sangat menyayangkan kejadian ini. Selain menimbulkan luka mendalam bagi anggota keluarga yang ditinggalkan, TKI maupun ahli waris korban juga tidak mendapatkan asuransi dari PPTKIS maupun PJTKI yang memberangkatkannya mengingat korban berstatus ilegal. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here