Masyarakat Harus Terdepan Jaga Keamanan Wisatawan

Mataram (suarantb.com) – Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan aparat dalam menyelesaikan persoalan keamanan bagi wisatawan. Masyarakat setempat sebagai bagian dari pariwisata harus menempatkan diri sebagai pihak terdepan untuk menjaga keamanan para wisatawan.

Pasalnya, sebesar apapun upaya yang dilakukan pemerintah melalui aparat kemanan yang ada jika tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat, maka keamanan terhadap wisatawan tak akan terwujud.
Hal tersebut dikatakan Anggota Komisi II DPRD NTB, Ir. Made Slamet, MM kepada suarantb.com, Senin, 3 Oktober 2016. Menurutnya, peran serta masyarakat dalam menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan menjadi syarat mutlak dalam pengembangan sektor pariwisata.

Iklan

Ia memberikan gambaran bagaimana potensi pariwisata tidak serta merta selesai pada persoalan fisik seperti keindahan alam saja. Memberdayakan masyarakat agar peduli dengan kenyamanan dan keamanan wisatawan merupakan syarat mutlak yang harus terpenuhi.

“Masyarakat harus berubah. Jangan sampai wisatawan sampai tidak nyaman gara-gara terganggu,” ujarnya.

Jika masyarakat punya kesadaran dan kepedulian terhadap keamanan dan kenyamanan wisatawan, bukan tidak mungkin NTB akan menjadi salah satu destinasi wisata terbaik dan terindah di Indonesia. “Kita lihat Bali, kalau ada yang ganggu wisatawan, dikejar sama masyarakat langsung,” bebernya.

Slamet menambahkan, pariwisata NTB saat ini sedang menjadi perhatian dunia. Kementerian Pariwisata juga menaruh perhatian yang sama, salah satunya dengan menjadikan Mandalika sebagai 10 destinasi wisata unggulan. Namun, hal tersebut tidak akan maksimal apabila masyarakat tidak bersepakat dengan pemerintah untuk aktif menjaga dan melindungi wisatawan yang datang ke NTB.

“Kalau itu bisa dilakukan, nggak usah promosi. Mereka yang akan datang ke sini,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Promosi Budaya Kementerian Pariwisata, Putu G. Gayatri menyatakan, isu tentang maraknya kasus perampokan dan pembegalan terhadap wisatawan setahun terakhir menjadi catatan buruk bagi pariwisata NTB yang saat ini tengah mendapat perhatian luas masyarakat dunia. (ast)